Warga Pasircalung Terisolir Jalan Berlumpur

oleh -
Kondisi jalan di Kampung Pasircalung, Desa Hegarmanah, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi masih berlapiskan tanah merah.

Wartawan M. Hamjah

Bertahun-tahun lamanya warga Kampung Pasircalung RT 03 RW 03 Desa Hegarmanah, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi terisolasi oleh jalan rusak dan berlumpur. Sampai sekarang mereka belum bisa menikmati jalan mulus berlapis aspal.

banner 720x90

Selain berlumpur, jalur jalan yang tersedia dan tiap saat dilintasi masyarakat juga sering dipenuhi genangan air. Kondisi jalan seperti itu membuat Kampung Pasircalung seakan terpisah dari dunia di luar kampung tersebut yang sedang gegap gempita membangun jalan. 

Bentangan jalan tanah di Pasircalung itu panjangnya mencapai 700 meter. Jalurnya terhubung ke wilayah Desa Cibaregbeg serta terakses ke jalan provinsi.

Beberapa kali warga memperbaiki jalan itu secara swadaya. Sampai sekarang pemerintah belum menyalurkan dana untuk membangun jalan tersebut. 

Deden, warga Kampung Pasricalung mengatakan, selama musim hujan tidak sedikit warga yang mengendarai sepeda motor atau mobil sering terjebak di jalan berlumpur. Sementara para pejalan kaki terpaksa harus berkotor-kotoran dengan lumpur dan ketika tiba di rumah dia harus menyiapkan sabun detergen dalam jumlah banyak.

 “Selama musim hujan, kami terpaksa harus melintasi jalan rusak dan berlumpur. Ya, mau bagaimana lagi, memang jalan ini satu-satunya akses menuju jalan raya,” kata Deden, kepada wartawan, Selasa (11/2/2020).

Kondisi jalan penuh lumpur di Pasircalung itu, kata dia, sudah berlangsung selama puluhan tahun. Dampaknya bagi warga cukup serius. Perjalanan pengangkutan hasil bumi dari Pasircalung pun menjadi tersendat-sendat.

Selama ini banyak warga terutama pengendara sepeda motor terguling di jalan tersebut akibat selip atau terlempar oleh gaya putar roda di atas permukaan lumpur. Setahu Dede, warga sudah kesal dan mangkel dengan kondisi jalan yang tingkat kerusakannya setara dengan jalan di Jalur Gaza yang tiap saat dihujani mortir.

“Sayangnya sampai sekarang belum ada tanda-tanda jalan tersebut akan dibangun. Kami belum mendapatkan informasi kalau jalan tersebut akan diaspal atau dibeton,” ungkap Deden. (*)

Print Friendly, PDF & Email