Ketua Baznas Antarkan Korban Wamena ke Pendopo

oleh -
Ketua Baznas Kabupaten Sukabumi, H. Ruyani menyerahkan uang kadeudeuh kepada para korban kerusuhan Wamena, salah satunya Ijam disaksikan Bupati Sukabumi, H. Marwan Hamami.

Wartawan AEP SAEPUDIN 

Ketua Baznas Kabupaten Sukabumi, H. Ruyani mengantarkan para korban kerusuhan di Wamena ke Pendopo Bupati Sukabumi di Jalan Ahmad Yani Kota Sukabumi. Ruyani bersama tim kecil menjemput para korban asal Kabupaten Sukabumi dari Gedung Pakuan, rumah dinas Gubernur Jawa Barat. Para korban Wamena itu menginap di Pendopo.  

banner 970x90

“Alhamdulillah tadi malam kami menjemput warga Sukabumi yang baru datang dari Wamena di Bandung. Mereka melakukan pertemuan dan dialog dengan Pak Bupati di Pendopo,” kata Ruyani setelah pertemuan para korban Wamena dengan Bupati Sukabumi, H. Marwan Hamami di Pendopo, Kamis (10/10/2019) siang.

Jumlah warga yang dijemput sebanyak 5 orang, semuanya ada 6 orang warga Kabupaten Sukabumi yang terdampak kerusuhan Wamena. Satu orang sudah pulang duluan dengan biaya sendiri.

Kelima orang yang mengadakan pertemuan dengan bupati terdiri dari Lili (51, Kampung Buniasih  RT 01 RW 04 Desa Tonjong, Kecamatan Palabuanratu), Ijam (46, Kampung Gadog RT 02 RW 13 Desa Citarik, Kecamatan Palabuanratu), dan Nurdin (26, Kampung Gunung Puntang RT 03 RW 10 Desa Sirnarasa, Kecamatan Cikakak).

Selanjutnya Siti Masitoh (16, Kampung Gunung Puntang RT 03 RW 10 Desa Sirnarasa, Kecamatan Cikakak) dan Dadang Darsita warga Kampung Rancagoong RT 03 RW 07, Desa/Kecamatan Gegerbitung.

“Kami dari Baznas memberikan uang kadeudeuh untuk lima orang tersebut masing masing sebesar satu juta rupiah. Mereka juga menerima bingkisan sembako dari Dinas Sosial,” tutur Ruyani.

Sebenarnya, kata dia, nun jauh di Wamena masih banyak warga Kabupaten Sukabumi yang memilih bertahan. Di antara mereka ada yang tidak terkena dampak kerusuhan, rumahnya masih utuh dan usahanya tetap jalan. Namun ada seorang warga bernama Desi Suryani asal Kecamatan Ciemas yang rumah dan tempat usahanya habis dibakar perusuh.

“Jadi dia ingin pulang. Kami sedang proses kepulangannya. Kemungkinan kami urus biaya tranportasinya lewat  transfer antar rekening. Kami harapkan bantuan dari Baznas dan Pak Bupati bisa  bermanfaat buat mereka,” tutur Ruyani. (*)

Print Friendly, PDF & Email