Keberadaan Masjid Kunci Wujudkan Visi Religius dan Mandiri

oleh -
Bupati Sukabumi, H. Marwan Hamami (depan, tengah) bersama para pengurus pesantren ketika menghadiri acara pengletakan batu pertama masjid di lingkungan Pesantren Yatim Mabda Islam.

Wartawan AEP SAEPUDIN 

Keberadaan masjid merupakan kunci bagi suksesnya perwujudan visi masyarakat religius dan mandiri menuju Kabupaten Sukabumi lebih baik. Karena itu Pemkab Sukabumi selalu mendukung dan memfasilitasi pembangunan sarana prasarana keagamaan seperti masjid yang merupakan implementasi dari program pemerintah daerah di bidang keagamaan.

banner 970x90

Demikian hal itu dikatakan Bupati Sukabumi, H. Marwan Hamami pada kegiatan pengletakan batu pertama pembangunan Masjid Jami Pesantren Yatim Mabda Islam Nyalindung di Kampung Pasirgede RT 03 RW 10 Desa/Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Rabu (9/10/2019). Pemkab Sukabumi, kata bupati, terus berupaya untuk membantu peningkatan fasilitas keagamaan di masyarakat.

“Pembangunan masjid di pesantren ini dapat menjadi salah satu jalan menuju terwujudnya Kabupaten Sukabumi lebih baik. Kami akan selalu mendorongnya karena sejalan dengan visi terwujudnya masyarakat uang religius dan mandiri,” ujar Marwan.

Di lingkungan birokrasi, lanjut dia, Pemkab Sukabumi melakukan berbagai upaya untuk penguatan syiar. Dengan langkah tersebut, diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan kereligian di Sukabumi.

“Kami juga ingin mendorong terbangunnya sinergitas yang positif untuk membangun fondasi kereligiusan yang melibatkan masjid dan pesantren serta semua kalangan baik pemerintah daerah, kalangan usaha, dan masyarakat,” tuturnya. 

Pada kesempatan itu, bupati memberikan sumbangan sebesar Rp100 juta. Setelah pengletakan batu pertama, bupati meninjau lokasi Agro Park Mabda Islam. Di lokasi agrowisata tersebut, Marwan melakukan penanaman pohon kurma dan melihat peternakan domba etawa, merino, dan kuda.

“Pemerintah Kabupaten Sukabumi mendorong tumbuhnya pariwisata seperti wisata agro ini. Idealnya dilengkapi kebun binatang mini juga disediakan kebun sayur-sayuran tanpa pestisida yang daunnya bisa dipetik langsung di tempat,” kata bupati.

Sementara itu ketua yayasan yang juga pengasuh pesantren, Ustadz Sandi Nopiandi menjelaskan, masjid yang dibangunnya berdiri di atas lahan seluas 2.000 meterpersegi. Diproyeksikan kapasitas masjid tersebut dapat menampung 1.500 orang.

“Pesantren kami umurnya baru menginjak tiga tahun. Alhamdulillah, kami telah memiliki lahan seluas 15 hektare yang digunakan untuk gedung belajar, asrama, lahan pertanian, perikanan, perkebunan, dan argowisata,” ujar Sandi. (*)

Print Friendly, PDF & Email