Bupati Dorong Korban Kerusuhan di Wamena Memiliki Skill untuk Buka Usaha

oleh -
Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi, Gelora Siswati memberikan bantuan sembako kepada Ijam yang mewakili para korban kerusuhan Wamena disaksikan Bupati Sukabumi, H. Marwan Hamami dan Ketua Baznas Kabupaten Sukabumi, HU. Ruyani (tengah).

Wartawan AEP SAEPUDIN

Bupati Sukabumi, H. Marwan Hamami mendorong warga Kabupaten Sukabumi yang menjadi korban kerusuhan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua dapat membuka usaha sendiri di kampung halaman. Karena itu, mereka harus memiliki skill dan kemampuan di bidangnya masing-masing sebagai bekal untuk menjalankan bisnis baru yang mandiri.

banner 970x90

Harapan bupati itu disampaikan ketika menyambut 5 warga Kabupaten Sukabumi yang menjadi korban kerusuhan di Wamena bertempat di Pendopo Bupati Sukabumi, Jalan Ahmad Yani Kota Sukabumi, Kamis (10/10/2019). Pemda, kata bupati, akan memfasilitasi mereka hingga memiliki daya dan kemampuan untuk menjalankan usaha produktif.

“Sebetulnya di Sukabumi setiap peluang usaha itu ada. Apalagi dengan potensi alam yang selama ini dijadikan tujuan wisata. Mereka harus terus bersemangat untuk mencari nafkah sebagai salah satu kewajiban kepala keluarga,” ujar Marwan.

Bupati meminta perangkat daerah dan camat untuk mendorong mereka agar memiliki keterampilan melalui pelatihan pemberdayaan masyarakat. Jadi, ketika akan menetap di Sukabumi atau ingin kembali ke perantauan, mereka sudah mempunyai keterampilan lebih.

Pada kesempatan itu bupati menyerahkan bantuan berupa sembako dan uang kadeudeuh kepada mereka. Selanjutnya para korban kerusuhan di Wamena pulang dengan diantar oleh camatnya masing masing untuk kembali ke tengah keluarganya.

Kelima orang yang mengadakan pertemuan dengan bupati itu terdiri dari Lili (51, Kampung Buniasih  RT 01 RW 04 Desa Tonjong, Kecamatan Palabuanratu), Ijam (46, Kampung Gadog RT 02 RW 13 Desa Citarik, Kecamatan Palabuanratu), dan Nurdin (26, Kampung Gunung Puntang RT 03 RW 10 Desa Sirnarasa, Kecamatan Cikakak).

Selanjutnya Siti Masitoh (16, Kampung Gunung Puntang RT 03 RW 10 Desa Sirnarasa, Kecamatan Cikakak) dan Dadang Darsita warga Kampung Rancagoong RT 03 RW 07, Desa/Kecamatan Gegerbitung.

Berita terkait, baca juga….

Ketua Baznas Antarkan Korban Wamena ke Pendopo

Ijam dan rekan-rekan tiba di Pendopo Bupati Sukabumi pada Rabu (9/10/2019) malam. Mereka menginap di Pendopo sambil menunggu pagi untuk bertemu dengan bupati. Para korban Wamena itu dijemput dari Gedung Pakuan, rumah dinas Gubernur Jawa Barat di Bandung.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Bapak Bupati Sukabumi yang telah membantu kepulangan kami sampai di kampung halaman. Semoga amal baik bapak-bapak mendapat balasan dari Allah SWT,” ungkap Ijam ketika hendak meninggalkan Pendopo Bupati. 

Sementara itu Ketua Baznas Kabupaten Sukabumi, HU. Ruyani dalam penjelasannya mengatakan, sebenarnya ada 6 warga Kabupaten Sukabumi yang pulang kampung dari Wamena. Namun salah satu dari mereka pulang langsung ke kampung halamannya dengan biaya sendiri.

“Kabar yang beredar jumlah warga 7 orang. Betul, tapi satu orang warga Kota Sukabumi. Yang satu lagi pulang secara mandiri. Jadi jumlah yang kami jemput di Bandung sebanyak 5 orang,” tutur Ruyani. (*)

Print Friendly, PDF & Email