Lima Kandidat Dirut PDAM Sudah Masuk Balai Kota

oleh -
Rahmat Sukandar

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Lima kandidat Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda AM) Tirta Bumi Wibawa telah diserahkan ke Wali Kota Sukabumi. Para kandidat tersebut merupakan peserta yang lolos dua tahap seleksi oleh Panitia Seleksi (Pansel) Dirut Perumda AM.

“Tugas panitia seleksi sudah selesai. Kami telah menyerahkan lima calon direktur utama  kepada Pak Wali Kota. Selanjutnya tinggal kepala daerah yang menentukan satu dari lima nama yang kami ajukan,” kata  Ketua Pansel Dirut Perumda AM yang juga Kabag Ekbang dan Kerja Sama Daerah Setda Kota Sukabumi, Rahmat Sukandar kepada wartawan, Rabu (10/4/2019).

Kelima nama yang sudah tersimpan di meja kerja Wali Kota Sukabumi, H. Achmad Fahmi itu terdiri dari Abdul Kholik, Ahmad Ridwan, Dedi Setiadi, Idun Suwarna, dan Jumali. Para kandidat tersebut telah menjalani proses wawancara oleh wali kota. Dari hasil pansel dan wawancara tersebut, kata Rahmat, salah satu nama akan ditunjuk menjadi dirut. 

Wawancara oleh wali kota, jelasnya, merupakan salah satu mekanisme yang harus ditempuh pada proses seleksi dirut BUMD. Dalam hal ini, Wali Kota Sukabumi telah menjalankan tugas pokok dan fungsinya sebagai pemilik dari Perumda AM. Rahmat mengharapkan proses pemilihan dirut tersebut dengan terpilihnya pejabat yang definitif.

“Pansel tidak berwenang untuk mengambil keputusan apapun terkait kandidat yang akan dipilih. Tugas kami hanya sebatas menyelenggarakan seleksi dan menyerahkan hasilnya kepada kepala daerah,” ujar Rahmat.

Para calon dirut memenuhi beberapa persyaratan antara lain berumur antara 35 hingga 55 tahun saat mendaftarkan diri, bukan anggota partai politik, dan minimal tiga tahun terakhir memiliki pengalaman dalam mengelola perusahaan. Mereka menempuh berbagai tahapan tes seperti adminsitrasi, psikotes, uji tertulis, pemaparan rencana bisnis, dan visi misi dalam pengembangan korporasi. 

Jumlah pendaftar ke pansel mencapai 12 orang, dua orang gagal dalam penyaringan administrasi. Sisanya yang 10 orang mengikuti tahapan seleksi selanjutnya, lima orang lolos diajukan ke wali kota.

Pansel sendiri, jelas Rahmat, berasal dari unsur pemerintah daerah, akademisi, psikolog, dan pengurus Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi). (*)

Print Friendly, PDF & Email