LBP Hadiri Pembagian Sertifikat Tanah Wakaf di Al-Masthuriyah

oleh -
Menko Bidang Kemaritiman RI, Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan dan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil bersama para pejabat daerah setelah penyerahan 1.507 sertifikat wakaf kepada para penerima manfaat di Al-Masthuriyah Islamic Foundation.

Wartawan Usep Mulyana (Kowasi)

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman RI, Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan (LBP) datang lagi ke Sukabumi. Kali ini, Menteri Luhut ikut menyerahkan sertifikat tanah wakaf kepada 1.507 penerima manfaat di Al-Masthuriyah Islamic Foundation, Desa Cibolangkaler, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Rabu (10/4/2019).

banner 970x90

Dalam dua bulan terakhir, LBP bolak-balik ke Sukabumi untuk menghadiri berbagai kegiatan penting. Pada Sabtu (9/3/2019), dia meresmikan Jembatan Gantung Situ Gunug (Situ Gunung Suspension Bridge) di Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi. Lalu pada Selasa (19/3/2019), Menko Kemaritiman melakukan kunjungan kerja ke Cisolok, Kabupaten Sukabumi. 

Pada kegiatan di Al-Masthuriyah, LBP didampingi Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil. Kedua pejabat ini disambut oleh Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum; Bupati Sukabumi, H. Marwan Hamami; dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kabupaten Sukabumi.

Di Al-Masthuriyah, LBP dan Menteri Sofyan membagikan  1.507 sertifikat tanah wakaf kepada para pengelola tanah tersebut. Penyerahan sertifikat dilakukan secara simbolis kepada 12 orang perwakilan penerima manfaat.

Dalam pidatonya, Luhut mengatakan,  Presiden RI sangat serius dengan program sertifikasi tanah, khususnya tanah wakaf.

“Ada 25 ribu lebih tanah wakaf yang belum disertifikasi. Ke depan akan kita selesaikan semuanya demi lancarnya pembangunan di berbagai sektor, termasuk infrastruktur,” kata LBP. 

Sementara itu Kepala BPN menyatakan, semua bidang tanah di seluruh Indonesia akan dituntaskan pendaftarannya paling lambat tahun 2025. BPN, kata dia, sesuai arahan Presiden Jokowi, akan  mempercepat proses sertifikasi tanah wakaf.

“Untuk Jawa Barat saja sudah diterbitkan 23.730 sertifikat wakaf, sekarang untuk Sukabumi 1.507 sertifikat wakaf,” tutur Sofyan. 

Di tempat yang sama Bupati Sukabumi menyatakan bersyukur karena selama ini banyak tanah wakaf yang tidak jelas kepemilikannya karena tidak memilik sertifikat. Dengan adanya program sertifikasi tanah wakaf,  peluang terjadinya persengketaan kepemilikan tanah wakaf di kemudian hari tidak akan ada lagi.

“Program ini membuat administrasi tanah wakaf menjadi tertib,” ucap Marwan. (*)

Print Friendly, PDF & Email