Dua Korban Dokter Palsu Menjadi Saksi di Polsek Caringin

oleh -
Dua korban dokter gadungan bernama Kosim yaitu Acep Danil (kanan, pakai topi) dan Hermawan Sutanto (kiri) warga Kampung Undrus RT 03 RW 01, Desa Caringin Wetan, Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi datang ke Maposek Caringin sebagai saksi.

Wartawan Usep Mulyana

Dua orang korban dokter palsu di Desa Caringin Wetan, Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi mendatangi Polsek Caringin, Senin (9/9/2019) untuk menyampaikan keterangan sebagai saksi. Keduanya menjadi saksi hidup yang melihat dan mendengar langsung aksi Kosim yang berlagak dan berperilaku seperti dokter profesional saat mengobati mereka.

banner 970x90

“Awalnya saya percaya kalau dia adalah dokter. Soalnya dia membawa peralatan yang biasa digunakan dalam praktik dokter,” kata Acep Danil, salah satu korban dokter palsu ketika ditemui di Polsek Caringin. Satu lagi korban yang datang ke kantor polisi bernama Hermawan Sutanto, tetangga Acep.

Ketika Acep sedang diperiksa oleh Kosim, korban sempat menanyakan kartu identitas dan surat ijin praktik. Namun Kosim tidak memberikan jawaban dan merespon permintaan Acep. Dia malah berusaha mengalihkan pembicaraan kepada urusan yang tidak ada kaitan dengan pengobatan. Karena terus didesak, Kosim menjawab tidak memiliki dokumen yang ditanyakan oleh Acep.

Saat ini Acep mendapat firasat, orang yang sedang mengobatinya itu bukanlah dokter, melainkan tukang tipu. Seketika itu  Acep mencoba menghubungi kerabat dan tetanga dekatnya untuk menginterogasi Kosim. Dalam tempo singkat, kerabat dan para tetangga berdatangan ke rumah Acep di Kampung Undrus RT 03 RW 01, Desa Caringin Wetan.

Mereka ramai-ramai memaki Kosim yang kelihatan kikuk dan salah tingkah.  Acep pun menghubungi staf Puskesmas Caringin bernama Budi Iskandar. Setelah tiba di Kampung Undrus, Budi langsung memeriksa Kosim dengan beberapa pertanyaan menyangkut prosedur dan mekanisme pemeriksaan kesehatan dan pemberian obat.

Namun Kosim karena memang bukan dokter tidak dapat menjawab pertanyaan Budi. Padahal, kepada Acep, Kosim mengaku sebagai dokter spesialis penyakit dalam. Budi pun menarik kesimpulan, Kosim bukan dokter, juga bukan mantri kesehatan atau tenaga profesional yang memiliki keahlian di bidang pengobatan. Kosim hanyalah penipu yang mengelabui masyarakat dengan menagku sebagai dokter spesialis.  

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Kosim digelandang ke Mapolsek Caringin oleh warga. Setelah melalui pemeriksaan oleh penyidik, Kosim langsung dijebloskan ke dalam tahanan. Dokter gadungan yang mengaku warga Nagrak Kecamatan Cisaat itu pun langsung meringkuk di ruang tahanan polisi. Dia diamankan polisi pada Sabtu (7/9/2019) sekitar pukul 11.00 WIB.

“Saya baru pertama kali mencoba pengobatan dari dia,” ujar Acep.  

Korban lainnya Hermawan mengaku pernah menenggak obat dari Kosim.  Tapi dia tidak merasakan khasiat dari obat tersebut. Untuk sekali pengobatan, Hermawan diminta uang sebesar Rp250 ribu oleh Kosim. Untunglah, dia belum membayar seperak pun kepada dokter palsu itu. (*)

Print Friendly, PDF & Email