Para Ulama Harus Kembangkan Ekonomi untuk Pesantren

oleh -
Wakil Wali Kota Sukabumi, H. Andri Setiawan Hamami dan salah satu peserta pendidikan dan kaderisasi ulama.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Wakil Wali Kota Sukabumi, H. Andri Setiawan Hamami mendorong para ulama untuk mengembangkan ilmu ekonomi di pesantren. Tujuannya untuk mencetak para santri agar tidak hanya menguasai ilmu agama sebagai penerus ulama, tapi juga menjadi pelaku usaha. Dengan demikian kalangan pesantren bisa menjadi penggerak roda perekononian di Kota Sukabumi.  

banner 970x90

Pernyataan wakil wali kota itu disampaikan saat menjadi narasumber pada kegiatan pendidikan dan latihan kaderisasi ulama yang digelar oleh MUI Kota Sukabumi di  Aula Sekretariat DKM Masjid Agung, Ahad (9/8/2020).

“Pesantren bukan hanya tempat untuk menimba ilmu dan membentuk karakter, melainkan juga menjadi tempat untuk melatih kemandirian para santri secara ekonomi,” kata Andri.  

Pemkot Sukabumi, lanjut dia, terus meningkatkan program pengembangan UMKM di lingkungan pesantren. Program ini sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Melalui pendidikan ekonomi dan kewirausahaan di lingkungan pesantren, Andri mengharapkan para santri diproyeksikan menjadi ulama yang memiliki kemampuan untuk mengembangkan perekonomian bagi kemajuan pesantrennya.

“Pesantren di Kota Sukabumi memiliki potensi besar untuk mandiri secara ekonomi. Namun dalam praktiknya pondok pesantren membutuhkan pendampingan usaha, mulai dari penggalian potensi hingga pemasaran produk,” ujar Andri.

Kegiatan pendidikan dan kaderisasi ulama yang diselenggarakan oleh MUI Kota Sukabumi merupakan salah satu upaya MUI untuk menghidupkan dan pewarisan marwah ulama kepada generasi muda.

Pada acara itu tampak hadir Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Sumarni. (*)

Print Friendly, PDF & Email