Disnak Siapkan Segudang Program Sambut Idul Adha 1440 Hijriyah

oleh -
Iwan Karmawan

Wartawan Aep Saepudin (KOWASI)

Dinas Peternakan (Disnak) Kabupaten Sukabumi menyiapkan berbagai program dalam rangka menyambut tibanya Idul Adha 1440 Hijriyah. Tujuan program-program tersebut adalah untuk menjamin kesehatan ternak yang dijadikan hewan kurban agar umat Islam merasa nyaman dan tenang ketika merayakan hari raya di bulan Dzulhijah tersebut.

banner 970x90

“Program menyambut Idul Adha terbagi dua yaitu tahapan bimtek atau pelatihan dan satu lagi tahapan pengawasan dengan terjun langsung ke lapangan,” kata Kepala Disnak Kabupaten Sukabumi, Iwan Karmawan ketika dihubungi wartawan, Selasa (9/7/2019).

Di kantornya yang terletak di kawasam Palagan Bojongkokosan, Desa Bojongkokosan, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Iwan dan jajarannya tengah melakukan persiapan untuk mensukseskan program-program tersebut. Persiapan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan program tahap pertama.

“Dalam waktu dekat kami akan  mengadakan bimtek tata cara pemotongan hewan yang baik menurut syariat Islam. Pesertanya terdiri dari para  pengurus masjid yang biasa bertugas memotong hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha,” ujar Iwan.

Kepala Disnak mengharapkan bimtek tersebut dapat memberikan ilmu yang bermanfaat bagi para petugas pemotong hewan kurban seputar tata cara memotong hewan kurban yang baik dan benar. Kehadiran para petugas pemotong hewan kurban merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perayaan Idul Adha.  

Setelah itu, dua minggu menjelang tibanya Idul Adha 1440 Hijriyah yang diperkirakan jatuh pada hari Minggu, 11 Agustus 2019, Disnak Kabupaten Sukabumi akan melaksanakan program pemeriksaan lapangan. Dalam hal ini Disnak  menerjunkan sejumlah jajarannya untuk mendatangi lapak-lapak penjualan hewan kurban.

“Kami akan turun ke lapangan mendatangi lapak-lapak hewan kurban untuk memeriksa kesehatan sapi,  kambing, dan  domba,” jelas dia.

Nantinya para petugas akan memberikan tanda pada hewan kurban yang telah lolos uji kesehatan berupa tanda khusus di telinganya. Ketentuannya, cuma hewan yang diberi tanda telah lulus uji kesehatan yang boleh dijual kepada umat Islam yang akan melaksanakan pemotongan hewan kurban.

“Hewan yang tidak lulus uji kesehatan dipisahkan dari hewan yang lulus untuk menjalani perawatan khusus dan sementara waktu tidak boleh diperjualbelikan. Setelah dinyatakan sehat, hewan tersebut baru boleh diperjualbelikan sebagai hewan kurban,” tutur Iwan. (*)

Print Friendly, PDF & Email