Ulama Sepakati Pemilu 2019 Berjalan Aman dan Jurdil

oleh -
Pimpinan Ponpes Dzikir Al-Fath, KHM. Fajar Laksana ketika memberikan keterangan seputar Pemilu 2019 yang berjalan aman dan jurdil.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Dua ulama terkemuka di Sukabumi bersepakat dalam pendapat, penyelenggaraan Pemilu 2019 khususnya di Kota dan Kabupaten Sukabumi berjalan dengan transparan, jujur, adil, dan demokratis. Para penyelenggara pemilu di Sukabumi dapat menyelesaikan semua tahapan sehingga dapat mengirimkan hasil rapat pleno KPU tingkat daerah ke KPU Provinsi.

banner 720x90

“Saya mengakui sekaligus mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat langsung maupun tidak langsung dalam penyelenggaraan Pemilu 2019 khususnya di Kota Sukabumi yang dapat berjalan dengan transparan, jujur, adil, dan demokratis,” kata Pimpinan Ponpes Dzikir Al-Fath kepada wartawan, Kamis (9/5/2019).

Fajar yang juga menjabat Dewan Penasehat Aliansi Umat Islam Kota Sukabumi menyampaikan rasa syukur, bangga, serta berterima kasih atas pelaksanaan Pilpres dan Pileg dalam suasana aman, tenteram, dan damai. Hal itu, ujar dia, tidak lepas dari dukungan dari jajaran kepolisian dan TNI dalam mengamankan proses Pemilu 2019.

“Pemilihan berjalan dengan lancar, aman, dan damai. Kita telah memilih para calon pemimpin untuk melanjutkan pembangunan di negeri kita tercinta ini,” tutur Fajar.

Senada dengan Fajar, Pimpinan Ponpes Azzainiyyah Sukabumi, KH. Aang  Abdullah Zein menyampaikan syukur atas suksesnya Pemilu 2019 di Sukabumi. Dia mengajak umat Islam untuk bersama-sama menyukuri nikmat yang dilimpahkan Allah SWT berupa keadaan yang kondusif selama pelaksanaan Pemilu 2019.

“Mari kita bersama-sama mengucapkan alhamdulillah. Gegap gempita pesta demokrasi di negara kita telah selesai. Kita telah memberikan hak pilih di TPS masing-masing,” ujar Ajengan Aang.

banner 720x90

Selanjutmya, ujar dia, hasilnya diserahkan kepada Allah SWT. Karena itu Aang mengajak masyarakat untuk tidak terlalu gegabah dalam menyikapi informasi seputar hasil pemilu yang disebarkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Hendaknya masyarakat senantiasa bersabar serta menyerahkan keputusan hasil pemilu kepada penyelenggara yang berwenang.

“Saya mohon kepada seluruh jamaah, seluruh ikhwan dan akhwat, saudara-saudaraku sekalian untuk tidak ambil pusing dan ambil bagian dalam perdebatan hasil pemilu yang dapat menyulut emosi,” tuturnya.

Dia mengharapkan seluruh warga negara Indonesia, khususnya umat Islam untuk mempercayakan proses penghitungan suara hasil pemilu kepada penyelenggara. Hal ini penting demi terwujudnya ketenteraman dan kedamaian di masyarakat. (*)

Print Friendly, PDF & Email