Icuk Sugiarto Beberkan Kunci Sukses kepada Santri Al-Fath

oleh -
Pimpinan Pesantren Al-Fath, KH. Fajar Laksana (kanan) berbincang dengan pebulu tangkis tingkat dunia, Icuk Sugiarto pada seminar ‘Mencetak SDM Berprestasi Dunia’.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Untuk menjadi orang nomor satu, seseorang harus memiliki semangat dan sifat pantang menyerah yang tinggi. Dia mesti menggenggam dan terus mengembangkan potensi terbaiknya agar menjadi orang yang kemampuannya di atas rata-rata orang lain. Sukses bisa diraih dengan kerja keras dan harus direbut karena tidak datang dengan sendirinya.

Demikian disampaikan mantan pebulutangkis papan atas Indonesia, Icuk Sugiarto di depan para santri yang mengikuti seminar ‘Mencetak SDM Berprestasi Dunia’ bertempat di Pesantren Dzikir Al-Fath, Karangtengah, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi,  Senin (8/4/2019). Sukses, ujar Icuk, bisa diraih oleh siapa pun, tidak untuk orang tertentu.

“Kesuksesan tidak datang dengan sendirinya, tapi harus dengan perjuangan keras. Meraih kesuksesan harus dengan pikiran positif,” kata Icuk.

Hal yang harus diyakini para santri, ujar Icuk, adalah sukses itu milik semua orang. Dia bukan milik orang kaya, anak pejabat, orang kota, atau mereka yang berpendidikan tinggi. Siapa pun, kata dia, asal dapat memegang kuncinya dapat meraih kesuksesan hingga menjadi orang nomor satu. 

Pada seminar itu, Icuk mengajak para santri Al-Fath untuk belajar bulu tangkis  di  Icuk Sugiarto Training Camp (ISTC), Jalan Raya Situgunung, Kadudampit, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi.  Dia siap meluangkan waktu untuk membina dan melatih para santri. Saat ini, di Sukabumi Icuk memiliki kesibukan lain sebagai Caleg DPR RI asal Partai Hanura dari dapil Kabupaten dan Kota Sukabumi.

Sementara itu Pimpinan Pondok Pesantren Al-Fath, KH Fajar Laksana mengatakan, materi yang disampaikan Icuk Sugiarto sangat menarik. Apalagi masa lalu atlet yang pernah menjadi juara dunia singel itu berasal dari keluarga tidak mampu. Dengan berlatih dan kerja keras, kata dia, Icuk berhasil menyabet berbagai pretasi tingkat internasional.

“Pak Icuk termasuk orang sukses, pada umur 20 tahun menjadi juara dunia. Kami harapkan semangat juang dan mental baja yang dimiliki Pak Icuk dapat ditularkan kepada para santri kami,” kata Fajar.

Para santri Al-Fath, lanjut Fajar, memiliki kesempatan emas untuk menjadi pebulu tangkis yang tangguh karena dilatih oleh  atlet juara dunia. Fajar dan para santrinya tidak akan menyia-nyiakan kesempatan tersebut. (*)

Print Friendly, PDF & Email