Pemkot Bikin Bahagia Penderita Thalassemia

oleh -
Wali Kota Sukabumi, H. Achmad Fahmi bersalaman sekaligus berdialog dengan penderita thalassemia setelah peresmian Rumah Singgah Thalasemia di Jalan Suryakencana.

Wartawan YUS F. PURWASARI (PWI)

Keluarga para penderita thalassemia di Kota dan Kabupaten Sukabumi kini bisa sedikit lega. Mereka bisa memafaatkan Rumah Singgah Thalassemia yang dibangun oleh Pemkot Sukabumi dan diresmikan oleh Wali Kota H. Achmad Fahmi, Jumat (8/3/2019).

Rumah singgah tersebut terletak di Jalan Suryakencana, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi. Pada acara peresmian rumah amal dan sosial itu hadir puluhan penderita thalassemia beserta keluarganya. Wali Kota Sukabumi tampak terharu ketika meresmikan bangunan tersebut. Rumah Singgah dilengkapi enam kamar dengan 12 tempat tidur. 

“Manfaatkan Rumah Singgah Thalassemia ini dengan sebaik-baiknya. Kehadiran rumah ini merupakan salah satu mimpi dan cita-cita bersama. Berkat kesiapan bersama dan kebaikan hati para donatur, rumah singgah ini bisa terwujud,” kata wali kota. 

Salah satu pihak yang berperan besar dalam pembangunan Rumah Singgah Thalesemia adalah Perhimpunan Donor Darah Indonesia (PDDI) Kota Sukabumi. Dengan adanya rumah singgah, para penderita thalassemia bisa menggunakannya selama berobat atau menjalani transfusi darah.

Thalassemia adalah kelainan darah turunan yang mana tubuh tidak memproduksi cukup hemoglobin sehingga mengakibatkan jumlah hemoglobin di dalam tubuh sedikit. Hemoglobin adalah protein pembentuk sel darah merah yang berguna untuk mengikat oksigen dan membawanya ke seluruh tubuh.

Jika membaca hasil penelitian dari World Health Organization (WHO), lanjut wali kota, Indonesia merupakan negara berisiko tertinggi penderita thalassemia. Contohnya di Jawa Barat tercatat penderita thalassemia sebanyak 4.000 orang serta di Kota dan Kabupaten Sukabumi terdapat 184 jiwa.

“Melihat fakta tersebut pemerintah harus berupaya memutuskan mata rantai penyebaran thalassemia. Perlu ada regulasi untuk menekan jumlah penderita penyakit tersebut,” tutur wali kota.

Penderita thalassemia membutuhkan dukungan pada saat mereka melakukan transfusi darah. Pemerintah dan masyarakat harus memperlihatkan optimisme yang kuat bahwa mereka bisa berkarya dan berprestasi, kata Fahmi. 

Ketua Perhimpunan Orang Tua Penderita Thalassemia Indonesia (POPTI) Sukabumi Hasan Basri mengatakan, pihaknya menyambut baik didirikanya rumah singgah tersebut. Kehadiran Rumah Singgah Thalassemia, ujar dia, merupakan bentuk keberhasilan sinergitas pemda dengan PDDI Kota Sukabumi dalam memberikan fasilitas kepada penderita thalassemia. ”Kami sangat terbantu dengan adanya rumah singgah ini. Anak kami mempunyai tempat istirahat selagi berobat atau transfusi darah. Jadi tidak perlu repot memikirkan tempat menginap,” ungkap Hasan. (*)

Print Friendly, PDF & Email