Camat Pastikan DK di Warudoyong Berjalan Mantap

oleh -
Camat Warudoyong, Samiarto (kiri) didampingi Kasubbag Perencanaan Yuli Zulkarnaen (tengah) dan Sekmat Budi Purwanto.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Camat Warudoyong, Kota Sukabumi, HR. Samiarto memastikan penyaluran dan penggunaan DK (Dana Kelurahan) di wilayahnya berjalan dengan lancar dan mantap. Sampai saat ini berdasarkan laporan hasil monitoring ke lapangan, untuk pembangunan fisik yang dibiayai DK, persentasenya sudah mencapai kurang lebih 87 persen.

banner 970x90

“Dana Kelurahan telah disalurkan ke lima kelurahan. Alokasinya 50 persen untuk pemberdayaan masyarakat dan 50 persen lagi untuk kegiatan fisik,” kata Samiarto ketika dihubungi, Minggu (8/12/2019). 

Selaku Pengguna Anggaran (PA), Samiarto telah menerima laporan dari para lurahnya selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) yang menyatakan, penyerapan DK hampir selesai. Jauh sebelum DK disalurkan, dia terus-menerus menyampaikan imbauan kepada para lurah dan jajaran kantor kelurahan agar tidak main-main dalam penggunaan dana tersebut.

“Dana Kelurahan harus dapat dinikmati secara langsung oleh masyarakat. Tugas kami hanya merealisasikan, memonitor, sampai menyelesaikan kegiatan,” tutur camat.

Besarnya DK di Kota Sukabumi mencapai Rp362 juta untuk tiap kelurahan. Untuk wilayah Kelurahan Warudoyong saja yang memiliki 21 RW, dana sebesar itu masih kurang. Dana ini, ujar Samiarto, digunakan untuk membiayai kegiatan yang tidak tercover oleh Musrenbang.

“Saya perintahkan para lurah untuk menyampaikan kepada LPM serta tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk memprioritaskan penggunaan Dana Kelurahan untuk pembangunan fisik yang merupakan hasil kesepakatan bersama,” ujarnya.

Sementara itu Sekmat Warudoyong, Budi Purwanto menambahkan, kegiatan yang dibiayai DK berjalan tanpa kendala. Sebagian besar digunakan untuk pembuatan septic tank komunal yang menampung pembuangan limbah dari berbagai rumah.

“Sebelumnya masyarakat membuang aliran tinja ke kali dan selokan besar. Makanya dijalankan program  septic tank komunal, terutama di Kelurahan Sukakarya dan Dayeuhluhur,” ujarnya.

Mekanisme penggunaan DK diawali dengan musyawarah yang melibatkan LPM, tokoh masyarakat, dan tokoh agama untuk menentukan jenis kegiatan yang akan dijadikan prioritas yang menyentuh kepentingan masyarakat. Selain septic tank, sarana lain yang dibangun antara lain jalan setapak. 

“Di kecamatan kami terdapat ahli sapras dari kalangan teknik sipil. Untuk laporan SPJ Kelurahan, mereka dibantu oleh Pak Yuli sebagai Kasubbag Perencanaan. Kami terus menjalankan pengawasan dalam pelaksanaan Dana Kelurahan,” kata Budi. (*)

Print Friendly, PDF & Email