Penerbangan Warga Sukabumi dari Jayapura Tertunda

oleh -
Potongan telegram dari Pjs. Sekda Provinsi Jawa Barat, H. Daud Achmad kepada para kepala daerah perihal jadwal penjemputan warga Jabar dari Jayapura.

Wartawan M. Ridwan

Penerbangan warga Kabupaten Sukabumi yang menjadi korban kerusuhan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya ditunda satu hari. Bupati Sukabumi, H. Marwan Hamami telah memerintahkan Ketua Baznas Kabupaten Sukabumi dan staf dari Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sukabumi untuk menjemput warga tersebut ke Bandara Soekarno-Hatta.

banner 970x90

Informasi tentang penundaan penerbangan itu diperoleh bupati dari telegram yang dikirim Pjs Sekda Provinsi Jawa Barat, H. Daud Achmad pada Senin (7/10/2019). Telegram yang ditujukan kepada para bupati dan wali kota di Jawa Barat itu menyebutkan, penerbangan warga Jabar yang terdampak kerusuhan di Wamena diundur dari semula Selasa (8/10/2019) menjadi Rabu (9/10/2019).

Mereka yang menjadi korban kerusuhan itu akan diterbangkan dari Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura menuju Bandara Soekarno Hatta. Daud meminta para bupati dan wali kota untuk menugaskan Kepala Dinsos dan Ketua Baznas di daerah masing-masing untuk menjemput warganya ke Bandara Soekarno-Hatta pada pukul 10.00 WIB.

Pada telegram tersebut juga diinformasikan, jumlah warga Jabar yang siap diterbangkan dari Jayapura mencapai 68 orang. Hasil pendataan menunjukkan, dari 68 orang itu 6 di antaranya merupakan warga Kabupaten Sukabumi dan 1 warga Kota Sukabumi.

“Saya tugaskan Dinas Sosial dan Ketua Baznas Kabupaten Sukabumi untuk menjemput mereka di Bandara Soekarno-Hatta bersama tim dari provinsi untuk mengurus kepulangan mereka ke Sukabumi,” kata Bupati Marwan.

Ketujuh warga asal Sukabumi yang kini masih berada di Jayapura itu terdiri dari Lili (Kampung Buniasih  RT 01 RW 04 Desa Tonjong, Kecamatan Palabuanratu), Ijam (Kampung Gadog RT 02 RW 13 Desa Citarik, Kecamatan Palabuanratu) yang videonya tentang permintaan bantuan tiket kepada bupati sempat viral, Nurdin (Kampung Gunung Puntang RT 03 RW 10 Desa Sirnarasa, Kecamatan Cikakak).

Selanjutnya Siti Masitoh (Kampung Gunung Puntang RT 03 RW 10 Desa Sirnarasa, Kecamatan Cikakak), M. Zhidan Aprianyah, Dadang Darsita, dan seorang warga Kota Sukabumi bernama Nurapipah (Kampung Caringin Baros RT 02 RW 10, Kecamatan Baros). 

Berita terkait….

Warga Sukabumi di Wamena Sudah Bertemu dengan Tim Penjemput

Bupati Perintahkan Penjemputan Warga Sukabumi di Wamena

“Kami telah menerima telegram ralat dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat tentang pengunduran jadwal penerbangan dari Jayapura,” kata Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kabupaten Sukabumi, Herdy Somantri.

Berdasarkan informasi yang diterimanya, Herdy menyebutkan, tidak semua warga Jawa Barat ingin pulang, sebagian bertahan dan berminat untuk tetap tinggal di Papua. Warga yang diterbangkan oleh Pemprov Jabar, ujar dia, adalah mereka yang benar-benar ingin pulang ke kampung halaman. (*)

Print Friendly, PDF & Email