IPB Palabuhanratu Ramaikan Apel Siaga Tolak RUU HIP

oleh -
Perwakilan Ikatan Pemuda Buniwangi dengan gagah berani ambil bagian pada apel siaga penolak RUU HIP.

Wartawan M. Ridwan

Ikatan Pemuda Buniwangi (IPB) memeriahkan aksi apel siaga dalam rangka menolak RUU HIP (Haluan Ideologi Pancasila) di Lapang Cangehgar Palabuhanratu dan Gedung DPRD Kabupaten Sukabumi, Rabu (8/7/2020). Kelompok pemuda asal Desa Buniwangi, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi itu sama-sama meneriakkan  penolakan terhadap RUU HIP.

banner 970x90

“Kami mendukung gerakan untuk menolak RUU HIP. Kami menuntut DPR RI untuk membatalkan pembahasan RUU ini,” kata Ketua Forum IPB, M. Lutfi Almunawar ketika ditemui di tengah apel siaga.

Pancasila, ujar Lutfi, sudah final dalam arti tidak boleh diganti atau diubah. Menurut Lutfi, RUU HIP sangat jelas bertentangan dengan konstitusi, TAP MPRS, dan  UUD 45.

Dalam aksi itu IPB bergabung dengan Aliansi Rakyat dan Aktivis Sukabumi Raya (ARASY) dan Aliansi Ormas Sukabumi (ARMI). Di Lapang Cangehgar, perwakilan ormas menyampaikan orasi penolakan pada RUU HIP.

Semua orator dengan tegas menolak RUU HIP dan mendesak pemerintah pusat untuk membatalkan pembahasannya. Massa merupakan peserta aksi apel siaga ganyang komunis. Jumlah peserta apel siaga mencapai ribuan orang.  

“Kami menolak RUU HIP karena sangat berbahaya bagi keselamatan bangsa. Pancasila sudah harga mati, jangan lagi diganti atau diubah,” kata Ketua DPD Gempar (Gerakan Mujahid Penegak Ajaran Allah dan Rasul) Kabupaten Sukabumi, Agi A. Dayari di tengah aksi apel  

RUU HIP, ujar Agi, mengakomodir ajaran komunis dan akan menghilangkan nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa. Padahal ajaran komunis tidak boleh hidup di NKRI. Dia mengingatkan, Pancasila merupakan hasil karya para ulama.

“Kami mendorong legislator untuk bersikap koperatif dan sama-sama menolak RUU HIP serta menyampaikan penolakan kami ke DPR RI,” ujar dia.

Selain Gempar, ormas yang terjun pada apel siaga itu antara lain Kebangkitan Jawara dan Pengacara/Bang Japar Indonesia (BJI), GMFKPPI, AMS, Keluarga Besar Muhammadiyah, Pemuda Pancasila, FPI, GOIB, Syarikat Islam Indonesia, XTC, dan puluhan ormas lainnya. 

Ketua Distrik AMS Kabupaten Sukabumi, Suhermat menegaskan, organisasi yang dipimpinnya siap mengamankan Pancasila dan UUD 45. RUU HIP, kata dia, menyakiti para perumus dan penggali Pancasila yakni para pendahulu bangsa yang berdarah-darah untuk memperjuangkan kemerdekaan bangsa.

“Kami juga menjaga Maklumat MUI yang menolak RUU HIP dan menyatakan Pancasila sudah final, tidak boleh diusik oleh siapapun. Kami akan terus berjuang sampai RUU HIP dihapus dari Prolegnas,” ujar Suhermat.

Selepas shalat Dzuhur, IPB dan komponen apel siaga lainnya bergerak ke Gedung DPRD Kabupaten Sukabumi. Di DPRD, massa ARASY dan ARMI diterima oleh Bupati Sukabumi, H. Marwan Hamami, Kapolres Sukabumi AKBP M. Lukman Syarif, Dandim 0622 Kabupaten Sukabumi Letkol Arm Suyikno, dan Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Yudha Sukmagara.

Tampak hadir pula Anggota Fraksi Partai Demokrat DPR RI HM. Muraz dan Ketua MUI Kabupaten Sukabumi DR. KH Komarudin alias Kiai Oman. Bertindak selaku Koordinator Lapangan aksi adalah Habib Lutfi Jindan yang sehari-hari menjabat Ketua DPW FPI Kabupaten Sukabumi.

Secara simbolis, Kiai Oman menyerahkan pernyataan ARASY dan ARMI kepada para pejabat Muspida Kabupaten Sukabumi. Permohonan massa disetujui oleh Ketua DPRD dan Bupati Sukabumi. Kedua pejabat itu berjanji akan menyampaikan aspirasi ARASY dan ARMI ke Jakarta.

Teknisnya, penyerahan pernyataan sikap ARASY dan ARMI ke DPR dilakukan  oleh Ketua DPRD kepada Muraz, sedangkan untuk Presiden oleh Bupati Sukabumi. (*)

Print Friendly, PDF & Email