Desa Buniasih Kembangkan Objek Wisata dengan Dana P3K

oleh -
Keberadaan Tugu Ikan Yuyutuk di objek wisata Keusik Urug menjadi ciri khas dan ikon Desa Buniasih, Kecamatan Tegelbuleud, Kabupaten Sukabumi.

Wartawan Dicky Sopyan (SURADE)

Desa Buniasih di Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi mulai mengembangkan kawasan objek wisata potensial Keusik Urug dengan dari dari P3K (Program Peningkatan Partisipasi Kecamatan). Dalam program ini, Desa Buniasih menerima kucuran dana dari P3K Tegalbuleud tahun anggaran 2019 sebesar Rp636.500.000.

banner 970x90

Dana tersebut dialokasikan untuk membiayai pembangunan 6 prasarana dan sarana yang semuanya berada dalam kawasan Keusik Urug. Keenam proyek tersebut dikerjakan dan dikelola oleh kelompok masyarakat (pokmas) Desa Buniasih yang dipimpin oleh Riswanto sebagai ketua dengan sekretaris Hari Apriyandi dan bendahara Ruslan. 

“Kami bersyukur atas kepercayaan yang diberikan pemerintah, khususnya Kantor Kecamatan Tegalbuleud untuk mengelola dana P3K dalam rangka mengembangkan dan membangun prasarana dan sarana pariwisata di desa kami. Insya Allah, kami tidak akan mengecewakan pemerintah sebagai pemberi dana,” kata Bendahara Pokmas Desa Buniasih ketika ditemui di lokasi proyek Keusik Urug, Senin (8/7/2019).

Bantuan P3K Tegalbuleud untuk Desa Buniasih tersebut tergolong istimewa karena proporsinya mencapai hampir 60 persen dari seluruh dana P3K Tegalbuleud tahun anggaran 2019. Sisanya sebesar 40 persen dialokasikan untuk desa-desa yang lainnya yang ada di wilayah Kecamatan Tegalbuleud.

“Kami memang serius ingin mengembangkan objek wisata Keusik Urug. Karena itu kami sangat bersyukur atas turunnya dana P3K,” ujar dia.

Keenam proyek berserta rincian dana yang dialokasikan untuk menyelesaikannya terdiri dari  pengaspalan jalan jalur wisata berdimensi panjang 460 meter lebar 3 meter dengan anggaran sebesar Rp278.000.000; pembangunan gapura wisata di dekat muara Keusik Urug sebesar Rp13.000.000; tampat parkir dengan volume pekerjaan 35 meter x 9 meter dengan anggaran sebesar Rp100.000.000.

Tembok penahan tanah di kawasan objek wisata Keusik Urug menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung untuk duduk-duduk sambil memandang hamparan Samudera Indonesia.   

Selanjutnya pembuatan tembok penahan tanah (TPT) di sekitar bibir pantai dengan anggaran sebesar Rp181.500.000; pembuatan tugu dengan ikon ikan domestik jenis yuyutuk khas muara Keusik Urug dengan dana Rp50.000.000; dan pengadaan tong sampah sebanyak 12 unit dengan anggaran sebesar Rp14.000.000. Sampai sekarang tingkat penyelesaian proyek-proyek tersebut sudah mencapai sekitar 90 persen.

“Mudah-mudahan ke depannya Desa Buniasih mendapatkan prioritas untuk mendapatkan alokasi dana pembangunan di luar Dana Desa dan Alokasi Dana Desa,” tutur Ruslan. (*)

Print Friendly, PDF & Email