Baru Mulai Kemarau, Cibadak Dilanda Hujan Besar

oleh -
Guyuran air hujan di Cibadak menjadikan badan jalan terbebas dari debu dan kotoran serta udara menjadi segar.

Wartawan Aep Saepudin (KOWASI)

Di awal musim kemarau yang baru berlangsung sekitar satu bulan, wilayah  Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi dilanda hujan besar yang sangat deras, Senin (8/7/2019) selepas tengah hari. Beberapa pengguna sepeda motor harus menepi untuk berteduh karena sebagian besar tidak membawa jas hujan.

banner 970x90

Air hujan mulai mengguyur permukiman dan jalan raya menjelang pukul 14.00 WIB. Sampai dengan lewat pukul 15.00 WIB, sisa-sisa air hujan dengan intensitas sedang masih turun dari langit. Para pengendara yang kebetulan membawa jas hujan dapat melanjutkan perjalanan di bawah titik-titik air hujan yang mulai mereda.

Tumpahan air hujan dari langit membuat udara di sekitar pemukiman penduduk menjadi segar dan sejuk. Sebelumnya, sengatan matahari membakar udara di Cibadak dan sekitarnya sehingga keadaan di sekelilingnya menjadi panas dan gersang. Kegersangan musnah seketika ketika hujan mulai berjatuhan dari angkasa.

Air hujan membasahi jalan, genteng, dan halaman rumah penduduk. Kadang-kadang muncul angin yang cukup kencang yang membuat kumpulan air hujan bergerak ke segala arah.

“Saya tidak menyangka akan turun hujan karena sekarang sudah masuk musim kemarau. Karena itu saya tidak membawa jas hujan, jadi harus berteduh,” kata Deni, warga Desa Pamuruyan ditemui saat berteduh di salah satu warung kopi di kawasan Karangtengah dalam perjalan menuju Cibadak.

Mudah-mudahan, kata Deni, hujan turun merata di seluruh wilayah Kabupaten Sukabumi. Saat ini, di beberapa kecamatan sudah terjadi kekeringan yang mengancam terjadinya gagal panen di areal pesawahan.

“Kami yakin hujan ini membawa berkah. Warga yang semula sudah dilanda kekeringan menjadi mudah mendapatkan air bersih,” ujar Deni. (*)

Print Friendly, PDF & Email