TKS Dirumahkan, Perbaikan Jalan Koleberes dan Jalan Pabuaran Ditunda

oleh -
Lubang-lubang berdiameter sekitar 1 meter menyebar di beberapa titik sepanjang Jalan Koleberes.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Pasca pemberlakuan kebijakan TKS (Tenaga Kerja Sukarela) dirumahkan seiring dengan realokasi anggaran untuk penanganan Covid-19, Bidang Bina Marga Dinas Perhubungan (Dishub) mengalami kesulitan untuk memperbaiki jalan secara tambal sulam. Biasanya pekerjaan kecil untuk perbaikan tambal sulam pada badan jalan dikerjakan oleh TKS.

banner 970x90

“Untuk pengerjaan tambal sulam jalan, kami menggunakan TKS. Sekarang mereka dirumahkan, sementara waktu tidak bekerja lagi,” kata Kabid Bina Marga Dishub Kota Sukabumi, Lutpi Alip ketika dihubungi wartawan melalui telepon seluler, Senin (8/6/2020).

Karena tidak ada TKS, semua pekerjaan tambal sulam jalan ditunda, termasuk perbaikan Jalan Koleberes dan Jalan Pabuaran di wilayah Kelurahan Dayeuhluhur, Kecamatan Warudoyong. Sampai sekarang banyak keluhan dari warga terkait kerusakan pada kedua ruas jalan tersebut.

“Jadi perbaikan dengan tambal sulam untuk Jalan Pabuaran dan Jalan Koleberes juga masih harus ditunda sementara waktu. Kami akan mencari solusi untuk perbaikan jalan tersebut,” ujar Lutpi.

Kalau bahan baku untuk pekerjaan tambal sulam yaitu kulmik memang tersedia. Masalahnya, Bidang Bina Marga tidak memiliki tenaga kerja untuk mengerjakannya karena anggaran untuk membayar TKS dialihkan untuk penanganan Covid-19. Sebelum wabah meledak, Bidang Bina Marga memiliki 17 orang TKS.

“Mereka biasa mengerjakan penambalan jalan berlubang, perbaikan kecil gorong-gorong, atau perbaikan saluran drainase,” jelas dia.

Untuk menjawab keluhan warga atas jalan berlubang seperti di Jalan Koleberes dan Jalan Pabuaran, Lutpi akan mengajukan anggaran dari dana tanggap darurat. Ketika anggaran sudah turun, Bidang Bina Marga langsung akan mengerahkan TKS untuk mengerjakan perbaikan jalan secara tambal sulam.

Penyebab kerusakan pada Jalan Koleberes dan Jalan Pabuaran kemungkinan besar karena sering dilalui kendaraan besar pengangkut semen, sembako, dan kayu. Tepat di pertigaan yang mempertemukan kedua jalan ini terdapat bagian jalan yang rusak parah yaitu di bagian permukaan saluran air yang terdapat di bawah jalur jalan. (*)

Print Friendly, PDF & Email