Tidak Ada Batasan Modal, Nilai Investasi Naik Drastis

oleh -
Kepala DPMPTSP Kota Sukabumi, Beni Haerani (kiri) bersama Kabid Perizinan Saepulloh ketika menjelaskan perkembangan investasi di berbagai sektor.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Nilai investasi di Kota Sukabumi naik drastis sejak diberlakukan sistem yang tidak mengenal batasan modal. Salah satu faktornya yaitu penerapan proses pengajuan berbagai izin melalui sistem OSS (Online Single Submission). Sepanjang tahun 2019, realisasi investasi di Kota Sukabumi mencapai Rp1,3 triliun atau hampir tujuh kali lipat dari target investasi sebesar Rp200 miliar.

banner 970x90

“Pencapaian investasi yang besarnya 700 persen dari target salah satunya berkat sistem OSS. Dalam sistem ini tidak ada batasan modal,” kata kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Sukabumi, Beni Haerani ketika ditemui di kantornya, Senin (8/6/2020).

Pada aturan sebelumnya, nilai investasi akan dihitung untuk usaha yang modalnya di atas Rp500 juta. Kini setelah masuk ke sistem OSS, tidak ada lagi batasan nilai modal tersebut.

Sampai sekarang, lanjut Beni, sektor properti masih mendominasi investasi di Kota Sukabumi. Sebagai kota jasa pelayanan di bidang pendidikan, kesehatan, dan perdagangan, wajar kalau di Kota Sukabumi bermunculan tempat-tempat usaha berupa ruko dan perkantoran.

“Selain itu tumbuh pula usaha kuliner sesuai dengan status sebagai kota jasa perdagangan,” ujar Beni.

Untuk investasi dari sektor industri, pengembangannya terhambat oleh keterbatasan lahan. Industri memerlukan lahan yang luas, sementara wilayah Kota Sukabumi  terbatas lahannya.  Jadi Kota Sukabumi tidk bisa memenuhi permintaan lahan untuk industri.

DPMPTSP Kota Sukabumi, kata dia, selalu menyarankan para pengusaha untuk  melihat dan mempelajari RTRW (Rencana Tata Ruang dan Wilayah). Jangan sampai, investor membeli lahan yang luas untuk properti, tahu-tahu berdasarkan RTRW, peruntukannya untuk lahan hijau. (*)  

Print Friendly, PDF & Email