Kadus Pasiripis: Ma Oneng Sering Dibantu Pemdes Sagaranten dan Tetangga

oleh -
Ketua TP PKK Desa Sagaranten, Wina ketika menjenguk Ma Oneng di Dusun Pasiripis untuk menyerahkan nasi kotak dan bantuan.

Wartawan Hamjah

Kepala Dusun Pansiripis, Desa/Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, Jamil mengatakan, salah satu warganya bernama Ma Oneng (64) sering mendapat bantuan dari pemerintah desa dan para tetangga. Bahkan, lansia yang hidup menyendiri ini sedang dalam proses untuk mendapatkan bantuan dari program rehabilitasi RTLH (rumah tidak layak huni).

banner 970x90

“Untuk perbaikan rumahnya kami juga berinisiatif untuk mengumpulkan dana secara swadaya dari masyarakat, ketua RT, ketua RW, dan saya sendiri selaku kepala dusun. Baru terkumpul sebesar Rp4,5 juta,” kata Jamil dalam percakapan melalui aplikasi multi platform Whatsapp dengan wartawan, Senin (8/6/2020).

Pernyataan Jamil itu disampaikan untuk mengklarifikasi berita seputar kondisi rumah Ma Oneng di Kedusunan Pasiripis RT 09 RW 03 Desa Sagaranten yang hampir runtuh dan belum mendapatkan perhatian dari pemerintah. Ma Oneng hidup sebatang kara setelah ditinggal suaminya yang meninggal dunia.

Berita terkait: Janda Tua di Sagaranten Hidup Melarat dan Tempati Rumah Reyot

Kondisi tempat tinggal yang ditempati Ma Oneng sangat memprihatinkan karena banyak bagian rumahnya yang sudah keropos dan bolong-bolong. Dia tidak memiliki keturunan.   

“Saya mendapat informasi dari Pak Kades, Ma Oneng akan dimasukkan ke dalam prioritas untuk mendapatkan bantuan renovasi RTLH. Jadi untuk perbaikan rumah beliau tinggal tunggu waktu,” tutur Jamil.

Ma Oneng bersama Kepala Dusun Pasiripis, Jamil.  

Nantinya dana yang dikumpulkan secara swadaya akan ditambahkan pada dana dari pemerintah. Dengan demikian, rumah Ma Oeng akan dibangun dengan dana dari pemerintah dan swadaya masyarakat. Hasilnya tentu akan membuat rumah Ma Oneng menjadi layak huni dan kuat.

Selain bantuan untuk membangun rumah, ujar Jamil, warga khususnya para tetangga sering memberikan bantuan berupa makanan atau bahan pokok. Siang tadi juga Ketua TP PKK Desa Sagaranten, Wina membagikan nasi kotak kepada ibu-ibu jompo. Dalam kegiatannya Wina secara khusus menjenguk Ma Oneng sambil memberikan nasi kotak dan bantuan.

Selain itu Ma Oneng menerima bantuan sosial dari Pemprov Jabar berupa bahan pangan senilai Rp350 ribu dan uang tunai Rp150 ribu. Menurut Jamil, bantuan untuk Ma Oneng sengaja lebih banyak dalam bentuk bahan pangan karena yang bersangkutan tidak dapat memegang uang dalam jumlah besar. Alasannya Ma Oneng sudah pikun sehingga riskan kalau dia memegang uang kontan.

“Lagi pula kalau dihitung-hitung, bahan pangan yang diterima Ma Oneng seperti beras dan telur harganya lebih tinggi kalau dihitung harga di kampung. Jadi karena alasan itulah Ma Oneng tidak menerima BLT dari Dana Desa karena bentuknya uang kontan,” jelas Jamil. (*)

Print Friendly, PDF & Email