Janda Tua di Sagaranten Hidup Melarat dan Tempati Rumah Reyot

oleh -
Ma Oneng duduk di dekat pintu rumahnya yang kondisinya hampir runtuh.

Wartawan Hamjah

Seorang janda lanjut usia berumur 64 tahun di Sagaranten hidup melarat penuh kenestapaan. Dia bertempat tinggal di rumah yang kondisinya hampir runtuh karena rapuh dimakan waktu. Sudah 25 tahun dia menampati rumahnya itu. Hidupnya memperhatinkan dan berada jauh di bawah garis kemiskinan.    

banner 970x90

Dialah Ma Oneng (64) warga RT 09 RW 03 Desa Sagaranten, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi Sukabumi. Dalam menjalani kehidupan sehari-hari, Ma Oneng hidup dalam penderitaan dan kesusahan tanpa teman tempat mengadu. Dia hidup sebatang kara di rumah yang sudah tidak layak huni. Rumah Oneng berdinding bambu dan hampir semua bagiannya sudah keropos.

Dalam kesendirian, tanpa teman dan kerabat, Ma Oneng merenungi keadaan hidupnya yang pas-pasan dan penuh kenestapaan.    

Meski tergolong miskin, nenek miskin ini belum juga tersentuh bantuan program rehab rumah tidak layak huni (RTLH) dari pemerintah. Rumahnya itu sejak berdiri 25 tahun yang belum belum pernah diperbaiki atau direnovasi.

“Pinginnya diperbaiki, tapi modalnya tidak ada. Untuk makan saja pas-pasan, boro-boro untuk memperbaiki rumah,’ kata Ma Oneng ketika ditemui di rumahnya, Senin (8/6/2020). 

Ma Oneng tidak memilik harta berlebih. Lagi pula dia hidup sendiri. Sepeningal suaminya, ia  sebatang kara karena tidak mempunyai keturuanan. Kerbat dan saudara berada di tempat yang jauh.  

Selain hampir roboh, rumah dengan ukuran 4 x 6 meterpersegi itu hanya berlantai bambu. Banyak bagian bangunan yang telah lapuk dan bolong-bolong. Ma Oneng menggunakan karung goni berkualitas rendah untuk menutup bagian dinding yang lubang berukuran terlalu besar.

Begitu juga, bagian atapnya benar-benar telah mendekati kehancurannya. Selain dipenuhi banyak lubang, bagian atap ini tampak lapuk dan rapuh. Kalau hujan turun, air dari langit langsung masuk ke dalam rumah melalui lubang tersebut.

Bagian belakang rumah Ma Oneng di Desa Sagaranten, Kecamatan Sagaranten.

Satu-satunya harapan Ma Oneng, dia dapat memperbaiki rumah dengan bantuan dana dari pemerintah. Mengingat statusnya yang hidup sendiri tanpa teman dekat dan kerabat, dia membutuhkan uluran tangan dari pemerintah dan kaum kaya nan dermawan. (*)

Print Friendly, PDF & Email