Wali Kota Memuji Kreativitas Guru RA

oleh -
Wali Kota Sukabumi H. Achmad Fahmi (ketiga dari kiri) bersama pengurus dan anggota IGRA (Ikatan Guru Raudhatul Athfal) pada pembukaan Rakerda IV organisasi yang menghimpun para guru RA tersebut.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Wali Kota Sukabumi, H. Achmad Fahmi menyampaikan apresiasi atas kreativitas dan inovasi para guru RA (Raudhatul Athfal) dalam menyampaikan pelajaran kepada para siswanya. Dengan kreativitasnya itu, kata Fahmi, para guru dari pendidikan setingkat TK yang khusus mengajarkan ilmu agama Islam itu dapat membuat anak-anak senang dan mudah mengikuti pelajaran. 

“Untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan lulusan RA, para gurunya harus terus meningkatkan inovasi dan kreativitas,” kata wali kota saat meresmikan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) IV Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kota Sukabumi di salah satu hotel di Jalan Selabintana Kota Sukabumi, Jumat (8/3/2019).

Saat ini, ujar  wali kota, guru RA dituntut memiliki kreativitas dan inovasi yang terus-menerus ditingkatkan untuk menghasilkan lulusan yang lebih berkualitas. Peningkatan kualitas guru RA mutlak diperlukan sebab pendidikan agama merupakan investasi terbesar dalam mencetak generasi pembangunan di masa depan yang berakhlak mulia dan berprilaku terpuji. 

“Pendidikan agama itu kan investasi terbesar untuk anak-anak. Dengan pendidikan agama, kita bisa menghasilkan generasi yang cerdas secara otak dan cerdas secara spritual,” kata Fahmi.

Peran guru RA dalam melahirkan generasi seperti itu sangat penting. Wali kota mendorong IGRA untuk terus berperan aktif dalam membangun intelektual, kecerdasan, dan kebugaran fisik para peserta didiknya.

Para guru RA, ujar Fahmi, harus ikut mendukung pencapaian visi misi Kota Sukabumi yakni mewujudkan masyarakat yang religius, nyaman, dan sejahtera (Renyah).

“Saya memiliki harapan besar karena telah bertahun-tahun bekerja sama dengan IGRA melakukan kerja sama dalam pembangunan. Hendaknya Rakerda IV IGRA Kota Sukabumi dapat mengokohkan tekad para guru RA untuk membuat desain sistem belajar mengajar yang baik dan melakukan inovasi,” tambahnya.

Rakerda IX IGRA mengusung tema ‘Dengan Rakerda kita tingkatkan IGRA sebagai organisasi yang mandiri, profesional, dan bermartabat’. Harapan para peserta dan pemda, Rakerda tersebut dapat menghasilkan program-program yang bisa meningkatkan kualitas belajar dalam membentengi anak-anak dari perkembangan teknologi dan masuknya budaya luar yang negatif. (*)

Print Friendly, PDF & Email