Geliat Pariwisata Belum Berdampak terhadap Kesejahteraan Rakyat

oleh -
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Usman Jaelani.

Wartawan M. Ridwan

Kemajuan dan perkembangan pariwisata di Kabupaten Sukabumi belum memiliki dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat yang tinggal di sekitar destinasi wisata. Banyak penyebabnya antara lain mimimnya transaksi makanan dan minuman oleh wisatawan pada para pedagang setempat.

“Semestinya, dunia pariwisata harus dapat mensejahterakan masyarakat sekitar. Tapi sampai sekarang dampak positif tersebut belum terwujud,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Usman Jaelani kepada wartawan, Sabtu (7/12/2019).

Sebenarnya, tingkat kunjungan wisatawan ke wilayah Kabupaten Sukabumi cukup tinggi, khususnya ke kawasan Geopark Ciletuh Palabuhanratu. Namun naiknya pengunjung tidak diikuti dengan bertambahnya transaksi makanan dan minuman dengan pedagang lokal. Sebagian pengunjung membawa bekal makanan dan minuman dari rumahnya masing-masing.

“Alasannya harga makanan dan minuman di tempat wisata terlalu mahal. Jadi masih ada pedagang yang mencari keuntungan secara tidak wajar hingga merugikan masyarakat secara keseluruhan,” tutur Usman.

Kebiasaan oknum pedagang yang memberlakukan harga seenaknya, ujar dia, kontraproduktif dengan upaya mensejahterakan masyarakat dari kegiatan pariwisata. Karena itu Usman mengimbau para pedagang untuk menjajakan dagangannya dengan harga yang wajar dan terjangkau oleh kalangan wisatawan.  

“Adapun mengenai harga, kami tidak bisa intervensi. Namun kami mengimbau mereka jangan terlalu berlebihan dalam mengambil keuntungan. Carilah keuntungan sewajarnya,” kata dia.

Berjualan dengan harga yang wajar, lanjut Usman, dapat mendorong peningkatan omset dan pendapatan para pedagang. Dengan demikian, geliat pariwisata di Kabupaten Sukabumi dapat menjadi sektor yang berperan dalam penguatan ekonomi masyarakat. (*)

Print Friendly, PDF & Email