Bangub Turun, Kantor Desa Cipanengah Makin ‘Méncrang’

oleh -
Salah satu sudut bagian interior kantor Desa Cipanengah yang ditingkatkan dan ditata oleh proyek yang dibiayai dana dari bangub 2019.

Wartawan Nanang Setiana

Pemdes Cipanengah, Kecamatan Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi mengalokasikan dana dari bantuan keuangan Pemprov Jabar yang biasa disebut bantuan gubernur (bangub) tahun 2019 untuk membangun dan menata bangunan kantor desa. Dengan penataan interior dan eksterior, Kantor Desa Cipanengah tampak semakin méncrang atau cerah dan mengkilat.

“Pembangunan kantor desa yang dibiayai oleh bangub masih dikerjakan, sebagian pekerjaan telah selesai. Kami menggunakan dana tersebut untuk pembangunan dan peningkatan gedung prasarana desa,” kata Kepala Desa Cipanengah, Ma’mun ketika dihubungi wartawan, Kamis (7/11/2019).

Kegiatan pembangunan dilaksanakan secara swadaya yang melibatkan masyarakat. Dalam mengerjakan proyek tersebut, kata Ma’mun, pelaksana harus tunduk pada aturan yang ditetapkan oleh pemberi dana yang dalam hal ini Pemprov Jabar. Sebelum kegiatan dimulai, Kades Ma’mun telah mewanti-wanti pelaksana untuk menjalankan semua ketentuan dari Gedung Sate.

Salah satu bentuk ketaatan pada aturan adalah pemasangan papan informasi proyek di lokasi kegiatan. Papan proyek itu memuat nama kegiatan, volume pekerjaan, sumber dana, besaran anggaran, dan lamanya pengerjaan. Pemasangan papan proyek merupakan bagian dari keterbukaan informasi publik kepada masyarakat.

“Sejak awal saya mewajibkan pelaksana untuk memasang papan proyek karena hal itu diwajibkan oleh pemberi bantuan,” ujar kades.

Para pekerja sedang mengerjakan bagian eksterior kantor Desa Cipanengah.

“Semua kegiatan yang dananya berasal dari pemerintah harus dilaksanakan sesuai dengan juklak dan juknis. Keterbukaan informasi juga mutlak diperlukan untuk mencegah penyimpangan,” tambahnya. 

Ma’mun menjamin, volume pekerjaan sesuai dengan bestek dan ketetapan dari provinsi. Sangat kecil kemungkinan terjadi penyimpangan dalam kegiatan pembangunan peningkatan gedung/prasarana desa tersebut.

Penglibatan masyarakat dalam proyek peningkatan prasarana kantor desa itu, tutur dia, bertujuan untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan pembangunan. Dengan demikian, masyarakat akan merasa memiliki kantor desa yang dibangun bersama-sama itu.

Proyek pembangunan kantor desa di Desa Cipanengah itu menghabiskan dana sebesar Rp101.788.000 juta dalam satu paket kegiatan yang dibiayai bangub 2019. (*) 

Print Friendly, PDF & Email