Komite Sekolah Pertanyakan Proyek Rehab SMPN 3 Cidadap

oleh -
Proyek rehab ruang kelas SMPN 3 Cidadap sudah hampir selesai, tapi masih meninggalkan pertanyaan di kalangan komite sekolah.

Wartawan Hamjah

Pengerjaan proyek rehab SMP Negri 3 Cidadap di Desa/Kecamatan Cidadap, Kabupaten Sukabumi yang besarannya mencapai ratusan juta dipertanyakan oleh pihak komite sekolah. Dalam pelaksanaannya, komite sekolah menilai tidak ada transparansi karena tidak ada pembicaraan tentang jumlah dana dan belanja bahan bangunan dengan komite sekolah.

banner 970x90

“Saya tidak terlibat dalam pembangunan gedung sekolah. Juga tidak dilibatkan dalam pembentukan panitia pembangunan,” kata Ketua Komite SMPN 3 Cidadap, Karyani kepada wartawan, Senin (7/10/2019).

Memang, ujar Karyani, ketika  pembentukan P2S (Panitia Pembangunan Sekolah),    pihak sekolah pernah mengundangnya. Tapi sejak saat itu tidak ada lagi komunikasi dari pihak sekolah terkait kegiatan pembangunan.

“Saya hanya diberi tahu jika ada bantuan untuk rehab, tapi tidak tahu jumlahnya. Padahal rencananya pelaksanaan rehab dilakukan secara swakelola atau didukung bersama-sama,” kata Karyani.

“Saya tidak tahu RAB-nya seperti apa. Saya hanya mendengar ada rehab dan saat ini proyeknya sudah hampir selesai. Beberapa anggota komite ada yang mempertanyakan kegiatan pembangunan tersebut. Saya tidak bisa menjawab karena memang saya tidak tahu,” imbuhnya.

Atas pernyataan Karyani itu,  Ketua P2S SMPN Cidadap 3, Deni membantahnya. Ia mengaku sudah membicarakan dengan komite sekolah perihal pelaksanaan proyek rehab ruang kelas.

“Informasi itu tidak benar. Saya berharap kalau ada pihak yang ingin mengetahui pekerjaan rehab tersebut, langsung menemui saya untuk konfirmasi. Jadi, saya bisa menjelaskan dan meluruskan hal itu,” paparnya.

Ditanya tentang keberadaan Kepala SMPN 3 Cidadap yang jarang datang, Deni mengatakan tidak mengetahuinya secara persis. Kemungkinan, kata dia, kepala sekolah sedang berada di SMPN Cidadap 1 karena dia rangkap jabatan sebagai kepala sekolah di dua SMP tersebut.

“Kadang kepala sekolah datang ke sini hanya satu hari dalam seminggu,” jelas Deni. (*)

Print Friendly, PDF & Email