Gegara Lampu ‘Centir’, Tiga Rumah di Surade Habis Terbakar

oleh -
Petugas pemadam kebakaran dibantu warga terus menyemburkan air ke potongan kayu dan bambu yang masih menyisakan bara api dan asap dari tiga rumah panggung yang habis dilahap api di Surade.

Wartawan Dicky Sopyan

Karena kurang hati-hati menyimpan lampu templon atau lampur centir berbahan bakar minyak, empat unit rumah di Kampung Nagrak 2 RT 02 RW 05, Kelurahan/Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi habis terbakar, Senin (7/10/2019) sekitar pukul 09.30 WIB. Semua rumah yang terbakar berbentuk rumah panggung yang bahan dasarnya kayu dan bambu yang mudah terbakar.

banner 970x90

Dalam kebakaran itu, api juga melalap satu rumah permanen yang terbakar bagian atapnya hingga 50 persen. Para korban musibah kebakaran tersebut, khususnya yang rumahnya habis dimakan api, salah satunya perempuan lanjut usia kehilangan  segala harta bendanya. Sementara waktu mereka tinggal di rumah kerabatnya masing-masing.  

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, api diperkirakan berasal dari lampu templon di rumah Jaja. Pemilik rumah tidak mengetahui api dari lampu centir sudah membakar lantai dan dinding rumah sehingga dalam sekejap si jago merah sudah merembet ke bagian bangunan yang lainnya. Kobaran api pun langsung menguasai rumah Jaja.

Tidak berhenti di rumah Jaja, api juga merembet ke rumah yang berada di samping kiri dan kanan rumah tersebut. Posisi rumah Jaja berada di tengah permukiman yang cukup padat.

Warga berupaya untuk menghadang laju api, namun tidak berhasil. Di bawah panas matahari musim kemarau api semakin merajalela dan dalam waktu singkat menghabiskan tiga rumah panggung.

Sebagian warga menghubungi perangkat kantor kelurahan untuk mengabarkan kebakaran tersebut. Beberapa saat kemudian, dua unit mobil pemadam kebakaran (damkar) tiba di lokasi. Dua mobil mobil tersebut berasal dari Unit Damkar Surade dan Unit Damkar Jampangkulon. Berkat kerja keras petugas damkar yang dibantu warga, api pun bisa dipadamkan.

Selain Jaja (48) yang sehari-hari bekerja sebagai buruh harian lepas dan istrinya  Ai (40), korban lain yang rumah panggungnya berubah menjadi arang dan puing-puing terdiri dari Ma Usih (72) dan Ma Uning (60).

Adapun pemilik rumah permanen yang terbakar bagian atapnya bernama Asep Sandi (35). Di rumah tersebut, Asep tinggal bersama istrinya Rossi (30) dan kedua anaknya  Jahra (6) dan Salma (10 bulan).  Total kerugian material diperkirakan mencapai Rp200 juta. (*)

Print Friendly, PDF & Email