Pemkot Sukabumi Evaluasi Jumlah Penerima Bantuan JPS III

oleh -
Wali Kota Sukabumi, H. Achmad Fahmi ketika melakukan monitoring pelaksanaan protokol kesehatan di Jalan Ahmad Yani.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Pemkot Sukabumi akan mengevaluasi para penerima bantuan dari program JPS (Jaring Pengaman Sosial) sebelum penyaluran tahap III. Dari evaluasi ini akan diketahui penambahan atau pengurangan jumlah keluarga penerima manfaat (KPM) JPS.

banner 970x90

“Tahap I dan tahap II telah selesai dilakukan. Memasuki penyaluran tahap III, kami akan lakukan evaluasi mengingat ekonomi masyarakat sudah mulai bangkit dan bergerak. Kami juga ingin mengetahui jumlah warga yang benar-nenar terdampak wabah Covid-19,” kata Wali Kota Sukabumi, H. Achmad Fahmi kepada wartawan, Senin (6/7/2020).

Bagaimanapun, ujar wali kota, bantuan JPS harus tepat sasaran dan diberikan kepada warga yang benar-benar terdampak wabah Covid-19. Saat ini, Kota Sukabumi telah memasuki status zona hijau Covid-19. Dengan status tersebut diharapkan tidak ada lagi kasus pasien positif terkofirmasi Covid-19.

“Para pelaku usaha sudah mulai menjalankan usahanya. Artinya terjadi kebangkitan ekonomi yang mulai bergerak. Dengan demikian bisa saja jumlah penerima JPS tahap III berkurang dibandingkan tahap I dan tahap II yang mencapai 10 ribu penerima manfaat,” tutur Fahmi.

Terkait rencana evaluasi tersebut, wali kota akan meminta data real jumlah warga terdampak wabah Covid-19 berdasarkan data di tingkat RT.

Pada bagian lain wali kota mengingatkan kemungkinan munculnya kasus pasien terkonfirmasi positif Covid-19 walaupun Kota Sukabumi telah berstatus zona hijau. Pemkot Sukabumi telah melakukan swab test kepada 1.350 warga yang menyebar di semua kecamatan. Hasil dari tes ini bisa mempengaruhi status zona Covid-19.

“Semuanya tergantung penilaian oleh gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Jawa Barat. Ketika muncul kasus positif Covid-19, nanti dinilai oleh gugus tugas Jabar. Jika menurut provinsi kita bisa menangani kasus tersebut, kemungkinan statusnya tetap zona hijau,” ujar Fahmi. (*)  

Print Friendly, PDF & Email