PHRI Imbau Para Pedagang Jangan ‘Mencekik’ Pengunjung

oleh -
Kios-kios yang menjajakan makanan dan minuman di tempat-tempat wisata di kawasan Palabuhanratu dan sekitarnya dipadati pengunjung dari luar daerah.

Wartawan M. Ridwan

Badan Pengurus Cabang Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (BPC PHRI) Kabupaten Sukabumi mengimbau para pedagang makanan dan minuman di kawasan wisata tidak menerapkan harga di luar batas normal yang ‘mencekik’ saku para pengunjung. Harga makanan dan minuman yang terlalu tinggi dapat membuat pengujung merasa tidak nyaman dan kapok berkunjung ke Palabuhanratu.

“Makanan dan minuman harganya yang wajar saja, tidak terlalu tinggi dan melebihi harga yang berlaku di pasar. Mencari keuntungan itu lumrah, tapi jangan melewati batas,” kata Ketua BPC PHRI Kabupaten Sukabumi, Kwan Boen Liong alias Leleung, Jumat (7/6/2019).

Imbauan dari Leleung itu disampaikan karena sampai saat ini PHRI masih menerima laporan adanya penjualan makanan dan minuman di luar harga umum dan wajar. Dia sangat kecewa terhadap para pedagang yang seenaknya menerapkan harga jual makanan dan minuman.

“Saya kecewa  apabila masih ada pedagang yang memberlakukan harga di atas harga umum. Dampaknya akan dirasakan oleh kita dalam jangka panjang dan itu merugikan kita semua,” ujar Leleung.

Sebaiknya, lanjut dia, setiap warung mencantumkan harga barang yang dijualnya agar para pengunjung memperoleh kepastian harga dari barang yang akan dbelinya. Leleung tidak ingin perilaku segelintir pedagang yang ingin mengeruk keuntungan dengan cara yang tidak wajar dan merugikan orang lain.

Sampai H+2 Idul Fitri 1440 Hijriyah, kawasan Palabuhanratu dan sekitarnya masih dipadati para wisatawan yang berasal dari berbagai daerah seperti Jakarta, Bogor, Cianjur, dan Bandung. Para pedagang makanan dan minuman dapat memperoleh keuntungan dari kehadiran para wisatawan tersebut. Sebagian dari mereka ada yang menjual makanan dan minuman dengan harga yang tidak wajar.

Sementara itu salah seorang pedagang makanan dan minuman yang membuka lapak di dekat pantai Istana Kepresidenan Citepus, Palabuhanratu, Usep  menyatakan, dia dan rekan-rekannya sesama pedagang sudah sepakat tidak akan menaikkan harga barang yang dijualnya. Usaha yang dijalankannya, kata dia, bukan untuk satu dua hari, melainkan bisnis jangka panjang.

Usep menduga, pedagang yang suka menaikkan harga makanan dan minuman di saat musim libur adalah pedagang musiman. Kecil kemungkinan, pedagang tetap berani menaikkan harga barang.  

“Kami tidak mau membuat para wisatawan kapok datang ke kawasan Palabuhanratu. Para wisatawan harus dibuat betah dan kembali ke Palabuhanratu dengan membawa rombongannya,” tutur Usep. (*)

Print Friendly, PDF & Email