Hari Kedua Ramadhan, Harga Bawang Putih Masih Tinggi

oleh -
Penjualan bawang putih tetap stabil walaupun harganya melambung hingga Rp80 ribu perkilogram selama awal bulan Ramadhan ini.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Harga bawang putih di beberapa pasar tradisional Kota Sukabumi masih bertahan di kisaran harga Rp70-80 ribu/kg. Sampai hari kedua bulan Ramadhan, Selasa (7/5/2019), bawang putih masih menjadi perbincangan di kalangan ibu rumah tangga karena harganya yang terus melambung tidak terkendali.

Salah seorang pedagang rempah-rempah dan sayur-mayur di Pasar Lettu Bakri Kota Sukabumi, Handi (29) mengatakan, untuk stok lama dia menjual bawang putih dengan harga Rp70 ribu perkilogram. Namun untuk stok baru, Handi dan para pedagang lainnya melepas bawang putih dengan harga Rp80 ribu/kg. 

“Harga bawang putih ini belum turun sejak beberapa minggu ini. Harganya akan lebih tinggi lagi jika para pedagang menjual persediaan baru,” ujar Handi.

Walau harganya masih tinggi,  kata dia, omset penjualan bawang putih di lapaknya masih stabil, tidak terjadi penurunan yang drastis. Ibu-ibu rumah tangga tetap membeli bawang putih untuk memenuhi kebutuhan bumbu masakan. Sebagian ibu rumah tangga mengurangi kuantitas bawang putih yang dibelinya, tapi hal itu tidak menyebabkan transaksi komoditas sayur-sayuran tersebut menjadi lesu.

Rini Sumarni (43) warga Kelurahan Babakan, Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi termasuk ibu rumah tangga yang mengurangi bawang putih yang dibelinya. Biasanya dia membeli bawang putih sebanyak 1 kilogram, sekarang dia membeli sebanyak 250 gram untuk memenuhi kebutuhan bumbu beberapa hari ke depan.

“Yang penting asal ada buat bumbu masakan. Kami mengharapkan semoga harga bawang putih kembali normal. Saya khawatir menjelang Lebaran nanti harga bawang putih terus naik,” kata Rini.

Selain bawang putih, berdasarkan pantauan di lapangan, harga sayur-mayur yang lainnya juga naik. Harga wortel tanpa daun yang semula Rp7 ribu/kg naik menjadi Rp9ribu/kg, tomat ukuran kecil naik dari Rp10 ribu/kg menjadi Rp12 ribu/kg, sedangkan tomat ukuran besar naik dari Rp14 ribu/kg menjadi Rp16 ribu/kg.

“Tapi untuk harga cabai merah lokal turun dari Rp45 ribu/kg menjadi Rp40 ribu/kg. Walaupun harganya naik, omset penjualan sayur-sayuran tidak turun. Ibu-ibu rumah tangga membutuhkan sayuran untuk menu berbuka puasa dan sahur,” jelas Handi.

Kenaikan harga sayur-sayuran itu berimbas langsung kepada para pedagang kecil seperti Puput (41) warga Perum Nirwana Graha, Kelurahan Dayeuhluhur, Kecamatan Warudoyong,  Kota Sukabumi. Biasanya setiap bulan Ramadhan, Puput berjualan makanan kecil seperti goreng-gorengan yang berbahan dasar sayur-sayuran.

“Bulan puasa ini saya tidak berjualan goreng-gorengan karena bingung menghadapi harga sayur-sayuran yang semuanya naik. Padahal banyak warga yang mau membeli  gorengan bikinan saya,” ujar Puput. (*)

Print Friendly, PDF & Email