SDN Brawijaya Tak Lelah Berinovasi

oleh -
Kepala SDN Brawijaya Kota Sukabumi, R. Histato Dayanto Kobasah terus mengembangkan inovasi untuk membuat para peserta didik merasa nyaman dan gembira berada di lingkungan sekolah.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Sejak dipimpin oleh R. Histato Dayanto Kobasah, SDN Brawijaya yang terletak di Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi seperti tidak pernah lelah membuat gebrakan dan inovasi. Sekolah ini terus melancarkan program-program yang berorientasi pada upaya meningkatkan mutu kegiatan belajar mengajar (KBM) setelah dipimpin Histato sekitar tiga bulan yang lalu. 

Salah satu gebrakan yang dilakukan SDN Brawijaya adalah mencari sumber dana dari kalangan perusahaan berupa CSR (Corporate Social Responsibility) untuk membangun prasarana dan sarana pendidikan. Histato dan para guru tidak terlalu mengandalkan dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) yang besaran dan cakupan penggunaannya terbatas.

Selain itu, Histato juga mencanangkan Gema Wijaya (Gerakan Membaca SDN Brawijaya), perkemahan Jumat dan Sabtu, membangun gazebo, membangun bank sampah, deklarasi sekolah ramah anak, peningkatan mutu pendidikan, pelantikan dokter cilik serta apoteker cilik, membuat tempat pengeboran air, dan launching quality assurance “respect”.

“Untuk membangun sarana dan prasarana di sekolah, kami harus mencari terobosan-terobosan guna mendapatkan sumber dana. Yang penting tidak melanggar aturan. Dana dari pemerintah tetap penting, tapi kami harus mendapatkan dana dari sumber alternatif untuk meningkatkan prasarana dan sarana pendidikan,” kata Histato ketika dihubungi wartawan, Rabu (6/11/2019).

Dia hanya ingin membuat lingkungan sekolah menjadi tempat yang nyaman bagi anak-anak dalam menempuh KBM dan berbagai kegiatan di lingkungan sekolah. Karena itu, dia menciptakan berbagai inovasi dalam pembelajaran dengan dukungan sarana dan prasarana yang memadai.

Histato memang dikenal sebagai guru yang kreatif dan inovatif. Dia termasuk penggiat literasi Kota Sukabumi dan salah satu penggagas Sugema (Sukabumi Gemar membaca). Di lingkungan tempat tinggalnya, Perum Taman Asri, Histato  menjadikan rumahnya sebagai taman baca masyarakat, rumah belajar, rumah inspiratif, dan les belajar sore hari untuk warga yang kurang mampu.

Selain itu dalam kurun waktu 2003 sampai 2010, dia ikut mendirikan 4 PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) yaitu Riyadlul Jannah, Bahrul Ulum, Hidayatul Mukhlisin, dan Al Irsyadiah. PKBM tersebut menyelenggarakan program pendidikan PAUD, Paket A/B/C, taman baca masyarakat, dan program pendidikan lainnya.

Untuk mendirikan dan menjalankan PKBM tersebut, Histato harus menjual rumah, tanah pribadi, dan dua unit mobil pribadi. Dari empat PKBM itu, tiga di antaranya masih berkiprah dan melayani masyarakat.

“Saya lakukan itu semua dengan hati ikhlas karena ingin memajukan pendidikan di Kota Sukabumi,” ujarnya. 

Atas kiprah dan sepak terjangnya, pada 2017 Histato berhasil meraih juara I lomba guru inspiratif tingkat Jawa Barat dan pada 2018 masuk 5 besar ASN inspiratif tingkat nasional. Awal tahun ini dia menjadi juara II Tingkat Asia untuk lomba Government Empoyee Inspiration. Setelah itu dia terbang ke Australia untuk menjadi pembicara mewakili Indonesia pada seminar pendidikan tingkat dunia. (*)  

Print Friendly, PDF & Email