Kerja Keras Balakar, Kantor Desa Padasenang Selamat dari Amukan Api

oleh -
Sisa amukan api di lahan milik desa dan Perum Perhutani di Desa Padasenang, Kecamatan Cidadap, Kabupaten Sukabumi.

Wartawan M. Hamjah

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Padasenang, Kecamatan Cidadap, Kabupaten Sukabumi pada Rabu (6/11/2019) hampir saja menghanguskan kantor desa. Kalau saja Barisan Relawan Kebakaran (Balakar) dan warga setempat tidak bergerak cepat, amukan api dapat memakan dan mengubah bangunan Kantor Desa Padasenang menjadi abu dan puing-puing.

“Alhamdulillah kantor desa bisa diselamatkan. Letak lahan yang terbakar berbatasan langsung dengan kantor desa. Lahan itu milik desa dan Perum Perhutani,” kata salah satu staf di Kantor Desa Padasenang, Ridwan kepada wartawan setelah pemadaman api di lahan yang terbakar.

Api mulai muncul sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu banyak warga yang sedang melakukan aktivitas di sekitar kantor desa. Ketika melihat api menjalar di lahan terbuka, mereka berteriak-teriak untuk mengingatkan staf desa yang sedang beraktivitas di tempat kerjanya masing-masing.

Peringatan dan teriakan warga itu menimbulkan kepanikan di antara staf desa. Mereka pun beramai-ramai ke luar ruangan dengan gerakan cepat. Sebagian dari staf desa langsung ikut bergabung dengan Tim Balakar untuk memadamkan api yang memakan rumput kering dan pepohonan di lahan terbuka.

Dalam operasi pemadaman api, Tim Balakar dan warga bahu-membahu memutus jalur api agar tidak merembet ke kantor desa dan permukiman warga. Kerja keras tim dan warga membuahkan hasil. Mereka sukses memutus jalur kebakaran dan memadamkan api yang meninggalkan jejak jelaga di areal hutan.

Ketika tim pemadam kebakaran tiba, para petugasnya hanya melakukan pendinginan di areal yang terbakar untuk mematikan nyala api. Tidak ada korban jiwa atau luka akibat kebakaran tersebut. Petugas dari kepolisian masih menyelidiki penyebab kebakaran dan kerugian material yang terjadi.

Berdasarkan perkiraan sementara dari petugas desa, luas lahan yang terbakar mencapai 1,5 hektare dengan rincian 1 hektare tanah desa dan 0,5 hektare tanah milik Perum Perhutani. (*)

Print Friendly, PDF & Email