Gara-gara Korek Gas, Rumah Kepala MI Sukasirna Habis Terbakar

oleh -
Rumah Sambas di Desa Pasiripis, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi tinggal puing dan arang akibat dimakan api yang bersumber dari korek gas yang dijadikan bahan permainan oleh anak-anak.

Wartawan Dicky Sopyan

Gara-gara korek gas yang dijadikan bahan permainan oleh anak-anak, rumah Kepala MI Sukasirna, H. Sambas (60) di Kampung Sukasirna  RT 05 RW 10 Desa Pasiripis, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi luluh lantak dimakan api, Rabu (6/11/2019).  Amukan api yang mulai menyala sekitar pukul 10.30 WIB tidak dapat dipadamkan sehingga membakar sebagian besar rumah milik Sambas.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di tempat kejadian, api muncul dari lantai 2. Di tempat itu ada anak-anak yang sedang bermain. Diduga mereka mempermainkan korek gas sehingga timbul nyala api yang tidak terkendalikan dan membakar benda-benda yang mudah terbakar.

Ketika api sudah membesar dan berkobar-kobar, pemilik rumah sedang berada di lantai pertama. Sementara anak-anak yang semula bermain-main di lantai dua sudah meninggalkan titik yang menjadi sumber api. Sambas dan istrinya bergegas meninggalkan ruangan tengah untuk menyelamatkan diri.

Setelah sampai di luar, dia bersama warga yang sudah berkerumun di tempat musibah itu langsung beraksi untuk memadamkan api dengan peralatan alakadarnya. Upaya para tetangga tidak membuahkan hasil, api terus menyala dan menghanguskan beberapa bagian rumah.

Dalam sekejap rumah berukuran 12 x 5 meterpersegi itu berubah menjadi arang. Sisanya tinggal dinding tembok dan lantai. Sambas hanya bisa termangu, para tetangga tidak bisa menaklukkan api karena keterbatasan sumber air dan peralatan.

Mobil pemadam kebakaran (damkar) tiba di lokasi setelah dihubungi oleh perangkat Desa Pasiripis. Para petugas langsung menyemprotkan air ke pusat api dari dua unit mobil damkar dari Kantor Jaga Jampangkulon dan Kantor Jaga Surade. Akhirnya, api yang menghanguskan rumah Sambas dapat dipadamkan dengan sempurna oleh petugas damkar.

Bagian tengah rumah Sambas tidak menyisakan apapun.  

Pada musibah itu tidak ada korban jiwa. Sambas kehilangan rumah dan semua harta bendanya. Perkiraan sementara, total kerugian material yang dialami Sambas mencapai Rp150 juta. 

“Diduga api berasal dari korek gas yang dimain-mainkan oleh anak-anak. Saya mengetahui dengan persis karena sedang berada di tempat kejadian,” ujar Sambas kepada wartawan setelah operasi pemadaman api selesai.  

Sambas dapat menunjukkan dengan persis tempat munculnya api pertama kali di lantai dua rumahnya. (*)

Kerja Keras Balakar, Kantor Desa Padasenang Selamat dari Amukan Api

Print Friendly, PDF & Email