Warga Sukabumi di Wamena Sudah Bertemu dengan Tim Penjemput

oleh -
Ati Mulyati memperlihatkan foto suaminya, Ijam yang berpose bersama keluarga. Dia mengharapkan suaminya itu segera pulang dari Papua.

Wartawan M. Ridwan

Warga Kabupaten Sukabumi yang merantau di Wamena sudah bertemu dengan tim penjemput di posko penampungan Jayapura, Papua. Mereka akan segera diterbangkan ke Jakarta dengan pesawat TNI jenis Hercules atau penerbangan reguler yang terjadwal dari Jayapura.

banner 970x90

“Alhamdulillah Tim Quick Respons dari Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Sukabumi sudah tiba di posko pengungsian Jayapura. Kami sudah bertemu dengan mereka,” kata Ijam, salah satu warga Sukabumi yang merantau di Wamena ketika diwawancara lewat fasilitas video call oleh wartawan di rumahnya di Kampung Gadog RT 02 RW 13, Desa Citarik, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Minggu (6/10/2019).

Ijam merupakan figur sentral yang siaran videonya sempat mengguncang jagat media sosial dan mendapatkan perhatian dari Bupati Sukabumi, H. Marwan Hamami. Dalam siarannya, dia mengajukan permintaan tiket kepada Bupati Sukabumi agar bisa segera pulang dari Provinsi Papua. Dia dan rekan-rekannya terdampak kerusuhan di Wamena.

Dalam siaran videonya, Ijam tampil bersama Narsono warga Kampung  Cisaat RT 07 RW 04 Desa Citarik, Kecamatan Palabuhanratu dan Lili asal Kampung Buniasih RT 01 RW 04 Desa Tonjong, Kecamatan Palabuhanratu serta lima rekan lainnya sesama perantau di Wamena. 

Begitu tiba di posko pengungsian, tim langsung melakukan pendataan terhadap para pengungsi. Beberapa angota tim menggunakan bahasa Sunda sehingga suasana lebih hangat dan penuh keakraban.

“Permintaan kami lewat video sudah dijawab oleh pemerintah daerah. Kami ingn segera pulang terbebas dari  kerusuhan Wamena dan bertemu dengan keluarga,” kata dia.

Ketika bertemu dengan tim penjemput, para perantau tersebut menerima bantuan sembako dari Gubenur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Dari sekitar 200 pengungsi asal Jawa Barat, ujar Ijam, 20 orang di antaranya berasal dari Kabupaten Sukabumi, sebagian besar berasal dari Palabuhanratu. Semuanya dalam keadaan sehat walafiat.

“Insya Allah besok kami diterbangkan dari Papua menuju Jakarta,” tambahnya.

Di Papua, khususnya Wamena, Ijam mencari nafkah dengan  menggeluti pekerjaan sebagai penyedia jasa permak pakaian keliling kampung. Dia juga berjualan kain sama bordil. Ijam sudah merantau di Pulau Papau selama tiga tahun.

Berita terkait….

Bupati Perintahkan Penjemputan Warga Sukabumi di Wamena

Mewakili teman-temannya, Ijam mengucapkan terima kasih kepada Pemda Jabar dan Pemkab Sukabumi yang telah mengirim tim penjemput ke Papua. Dia berharap kepada pemda untuk memberikan bantuan modal agar dapat membuka usaha di kampung halaman.

“Saya trauma dengan kerusuhan di Wamena. Saya tidak akan kembali ke Papua,” ujarnya.

Sementara itu, istri Ijam bernama Ati Mulyati menyampaikan beberapa hari ini dirinya tidak bisa tidur lelap karena memikirkan nasib suaminya di perantauan. Setiap kali menerima kabar kerusuhan dan pembunuhan di Wamena, hatinya selalu berdebar-debar dan dilanda rasa khawatir. Ati dapat bernapas lega ketika mendengar kabar tim Quick Respons sudah tiba di Jayapura.

“Warga di luar Jawa Barat sudah lebih dahulu dipulangkan oleh pemeritahnya. Mudah-mudahan warga Jawa Barat juga segera diterbangkan ke Jakarta,” tutur Ati. (*)

Print Friendly, PDF & Email