Pansus Covid-19 Siap Menelisik Penggunaan Dana 300 Miliar

oleh -
Peserta rapat kerja Pansus Covid-19 dari kiri ke kanan H. Ace Herlina (PDI Perjuangan), Anang Janur (PDI Perjuangan), H. Usep Wawan (Partai Gerindra), Jalil Abdillah (PAN), dan H. Andri Hidayana (PPP).

Wartawan Aep Saepudin

Pansus (Panitia Khusus) DPRD Kabupaten Sukabumi untuk anggaran penanggulangan Covid-19 akan mengejar aliran dana refocusing untuk penanganan Covid-19 sebesar Rp300 miliar oleh Pemkab Sukabumi. Fokus perhatian Pansus Covid-19 itu tertuju pada tiga bidang yaitu kesehatan, ekonomi, dan jaring pengaman sosial.

banner 970x90

Hal itu dikatakan Ketua Pansus Covid-19, H. Usep Wawan setelah memimpin rapat kerja di Pendopo Sukabumi, Kamis (6/8/2020). Pada bulan ini, ujar politisi Partai Gerindra tersebut, Pansus Covid-19 akan mulai bekerja untuk mengejar aliran dana sebesar Rp300 miliar tersebut.

“Nanti ada gilirannya setiap perangkat daerah diundang oleh kami guna menjelaskan penggunaan dana refocusing untuk penanganan Covid-19,” ujar Usep.

Rapat yang dipimpinnya membahas agenda dan penjadwalan kegiatan Pansus Covid-19 selama bulan Agustus 2020. Para peserta rapat menyepakati, selama bulan Agustus Pansus Covid-19 akan digelar lima hari kegiatan pertemuan dengan eksekutif untuk menggali informasi seputar penggunaan dana refocusing tersebut.

“Di hari pertama kami akan memanggil  Tim Gugus Tugas Covid-19 secara lengkap untuk melakukan ekspos di depan kami. Pada pertemuan ini kami harapkan ketua gugus tugas beserta jajarannya bisa hadir semua,” jelas Usep.    

Selanjutnya di hari kedua dan seterusnya Pansus akan memanggil beberapa perangkat daerah seperti Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, dan RSUD. Tujuannya untuk ekspos masing-masing perangkat daerah dalam penggunaan dana refocusing Covid-19.

“Materi ekspos seputar penggunaan anggaran refocusing yang totalnya Rp300 miliar. Nanti harus diperjelas tentang aliran dana yang sudah terpakai dan yang belum terpakai,  termasuk hal-hal lain terkait pencegahan Covid-19 serta jaring pengaman sosial,” ujarnya.

Di bulan Agustus pula, lanjut Usep, Pansus Covid-19 akan menanyakan penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST). Dia ingin memastikan Pansus yang dipimpinnya bisa mengetahui penyaluran dana BST.  

“Secara keseluruhan pemeriksaan akan berjalan selama kurang lebih enam bulan. Kami juga bisa melakukan uji petik ke lapangan. Itulah bedanya Pansus dengan pengawasan biasa oleh DPRD,” kata Usep.

Rapat kerja dihadiri para wakil ketua dan anggota Pansus Covid-19 serta para ketua fraksi yang mendukung pansus yaitu fraksi-fraksi Partai Gerindra, PDI Perjuangan, PKB, PPP, PAN, dan PKS. 

Di tempat yang sama Wakil Ketua Pansus Covid-19 dari Fraksi PDI Perjuangan, Anang Janur mengharapkan kehadiran pansus jangan dibikin gaduh. Situasi harus tetap teduh dan tenang karena kehadiran Pansus Covid-19 merupakan hal yang biasa bagi DPRD dalam menjalankan fungsi pengawasan.

“Pansus hanya ingin memastikan anggaran untuk penanganan Covid-19 digunakan sebagaimana mestinya sesuai yang direncanakan,” tutur Anang. (*)

Print Friendly, PDF & Email