Berperkara di Pengadilan Agama Harus Disiplin dan Tepat Waktu

oleh -
Saleh Hidayat, S.H. (pakai topi) saat mendampingi saksi perkara Sarah Siti Saripah lawan Deri di Pengadilan Agama Cibadak, Palabuhanratu.

Wartawan Usep Mulyana

Pasangan suami istri yang sedang berperkara di Pengadilan Agama (PA) harus disiplin waktu dalam arti mesti datang lebih pagi di tempat sidang. Sebelum petugas di ruang sidang memanggil, suami istri yang menjadi lawan di persidangan harus sabar menunggu giliran, kalau perlu mereka duduk di deretan kursi paling depan.

banner 970x90

Hal itu dikatakan pengacara yang menangani perkara Sarah Siti Saripah warga Cimahi Kecamatan Cisaat dalam proses perceraian dengan Deri warga Pasir Angin Kecamatan Cicantayan, Saleh Hidayat, S.H. di PA Cibadak, Palabuhanratu, Kamis (6/8/2020).

Pernyataan Saleh itu disampaikan berkaitan dengan kejadian yang dialaminya di mana pihak yang berperkara atau saksi datang terlambat sehingga sidang harus ditunda selama dua minggu.

“Sebelum ada panggilan, sebisa mungkin para pihak jangan beranjak dari ruang tunggu. Karena jika sudah tiga kali dipanggil tidak masuk ruang sidang juga, hakim akan memanggil pasangan suami istri yang lain yang juga sedang menjalani proses sidang perceraian,” kata Saleh.

Ditemui di tempat yang sama, saksi dari kasus Sarah lawan Deri, Nuraeni menuturkan, dia telah datang 1 kali ke PA Cibadak untuk mengikuti sidang. Tapi karena terlambat datang beberapa menit, dia terpaksa gagal bersaksi.

“Saya harus menunggu 2 minggu ke depan untuk bersaksi lagi. Di persidangan nanti, saya tidak boleh terlambat lagi,” ungkapnya. (*)

Print Friendly, PDF & Email