Kesadaran Masih Rendah, Aturan Parkir Dilangkahi

oleh -
Para petugas gabungan memeriksa setiap titik di zona larangan parkir di Jalan Ahmad Yani Kota Sukabumi dalam rangka implementasi Perda tentang Penyelenggaraan Perhubungan secara menyeluruh.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Kesadaran masyarakat di Kota Sukabumi dalam mentaati peraturan lalu lintas, khususnya aturan parkir masih tergolong rendah. Banyak warga yang bermain kucing-kucingan dengan para petugas untuk melanggar aturan perparkiran dengan memarkirkan kendaraan di tempat terlarang. Masyarakat selalu mengharapkan petugas mengambil tindakan tegas kepada para pelanggar aturan lalu lintas.

banner 970x90

“Ini pekerjaan rumah bagi Pemkot Sukabumi melalui Dinas Perhubungan dan jajaran Satuan Lalu Lintas Polres Sukabumi Kota untuk menegakkan aturan lalu lintas,” kata pengamat kebijakan publik dan sosial,  Syahid Arsalan kepada wartawan, Senin (5/8/2019) sore.

Sebenarnya, ujar Syahid, Kota Sukabumi telah memiliki Perda Nomor 5 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Perhubungan yang di dalamnya terdapat pasal penindakan untuk pemilik kendaraan tang memarkirkan kendaraannya di zona larangan parkir. Namun pasal tersebut kurang efektif dalam implementasinya di lapangan.

“Padahal aturan itu mesti dijalankan dengan tegas dan jelas untuk memberikan efek jera kepada para pelanggar aturan,” ujar Syahid.

Seperti yang terjadi di Jalan Syamsudin depan Balai Kota Sukabumi, lanjut dia, sudah jelas ada rambu larangan parkir di sepanjang jalan tersebut. Namun masyarakat tetap memarkirkan kendaraannya dengan sengaja karena tidak ada tindakan tegas dari  petugas.

“Perda perhubungan harus segera ditegakkan. Kalau tidak, masyarakat akan terus seenaknya berbuat seperti itu. Bahkan ada pemilik kendaraan yang memarkirkan kendaraan di atas trotoar yang sudah jelas peruntukannya untuk pejalan kaki,” ujar Syahid. 

Sementara itu kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Sukabumi,  Abdul Rachman mengatakan, penindakan terhadap kendaraan yang parkir sembarangan baru diterapkan pada Senin (5/8/2019) dengan petugas gabungan dari kepolisian, TNI, dan Satpol PP. Langkah ini sebagai bentuk pengaplikasian dari Perda 5/2018. 

“Sebelumnya kami telah melakukan sosialisasi tentang perda tesebut.  Kami sampaikan, bagi pelaku parkir sembarangan, kendaraannya akan digembosi, dicabut pentilnya, digembok, hingga diderek. Hari ini mulai diberlakukan,” kata Abdul.

Dikatakan Abdul, penindakan terhadap pelanggar aturan parkir baru  bisa dilaksanakan saat ini. Karena sebelumnya ada situasi politik yang harus dijaga kondusivitasnya. Oleh karena itu, sejak penegakan perda diberlakukan, semua kendaraan yang parkir di lokasi terlarang akan ditindak tegas.

“Kemarin ada pileg dan pilpres. Sekarang situasi dan kondisi sudah landai sehingga kami mulai bisa menerapkan perda tersebut,” kata dia.

Penegakan aturan parkir, lanjut Abdul, baru diterapkan di dua lokasi yaitu  Jalan Ahmad Yani dan Jalan Ir. H. Juanda atau Jalan Dago. Para petugas masih menemukan para pengendara yang parkir tidak pada tempatnya seperti di zona larangan parkir dan trotoar. (*)

Print Friendly, PDF & Email