Pendapatan Pajak Hotel dan Restoran Terjun Bebas

oleh -
Kabid Pendataan pada BPKD Kota Sukabumi, Rahman Gania.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Pendapatan dari beberapa sektor pajak yang dikelola oleh Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Kota Sukabumi pada triwulan kedua terjadi penurunan dengan adanya pandemi Covid-19. Dua sektor di antaranya hotel dan restoran. Penyebaran wabah Covid-19 membuat lesu para pengusaha hotel dan restoran yang kehilangan sebagian besar dari omset normalnya.

banner 970x90

Menanggapi kondisi tersebut, Pemkot Sukabumi telah mengambil kebijakan berupa penghapusan denda untuk dua jenis pajak tersebut untuk triwulan II. Penghapusan denda itu berlaku untuk keterlambatan pelaporan dan keterlambatan dalam pembayaran pajak. 

“Khusus  pendapatan pajak restoran dan hotel pada triwulan II terjadi penurunan. Namun kami belum dapat mengubah target pendapatan pajak triwulan II ini,” kata Kepala Bidang Pendataan pada BPKD Kota Sukabumi, Rahman Gania di ruang kerjanya, Senin (6/7/2020).

Kini memasuki triwulan III, ketika Kota Sukabumi akan memasuki Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), Rahman dan jajarannya akan melakukan evaluasi untuk menetapkan target. Apakah tetap diberlakukan target pada kondisi wabah Covid-19 atau kembali kepada target murni?

Hasil pantauan timnya ke lapangan pada minggu pertama bulan Juni, kondisi hotel dan restoran mulai ramai.  Rahman juga akan mengantisipasi laporan wajib pajak yang menyebutkan bahwa usaha mereka masih terdampak pandemi, padahal kenyataannya sudah normal dan usaha berjalan normal.

“Makanya kami tetap mengarahkan rekan-rekan di lapangan untuk terus memantau dan mengecek kondisi real. Penghapusan kebijakan denda sudah berakhir pada bulan Juni, belum ada kebijakan baru, kita terus memantau dan mengevaluasi,” terangnya.

Sektor hiburan yang lumpuh total selama pandemi tidak memberikan kontribusi pada PAD selama wabah Covid-19. Usaha-usaha sektor hiburan meliputi antara lain  tempat karaoke, ketangkasan anak-anak, dan bioskop. Memasuki masa AKB, kata Rahman, pihaknya masih menunggu perkembangan tentang operasional tempat hiburan.

“Tempat hiburan telah ditutup operasionalnya selama pandemi Covid-19. Jadi pada triwulan II pendapatan pajak dari sektor ini mati total. Kini masuk dalam zona hijau, khusus untuk pajak hiburan kita lihat dulu, apakah para pengusaha sudah siap untuk operasional atau belum,” ujar Rahman.

Dalam menentukan target untuk pendapatan pajak, tambah Rahman, biasanya diberlakukan perhitungan target murni dan target perubahan. Dengan adanya pandemi Covid-19, jajarannya harus melakukan penyesuaian terhadap target pada triwulan II dan III. Penurunan pendapatan dari pajak restoran dan hotel akan dijadikan bahan untuk menentukan target perubahan pada triwulan III.

Adapun pendapatan dari PBB (Pajak Bumi dan Bangunan), BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan), dan PKB (Pajak Kendaraan Bermotor) tidak terpengaruh oleh wabah Covid-19. (*)  

Print Friendly, PDF & Email