Pencairan Dana PKH oleh Ketua Kelompok Rawan Penyelewengan

oleh -
Salah satu kartu ATM dana PKH yang asalnya dikuasai ketua kelompok lalu diambil oleh warga yang berhak menerima bantuan.

Wartawan Usep Mulyana

Penarikan dana tunai untuk keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) di bank penyalur oleh ketua kelompok masih terjadi. Padahal, cara pencarian seperti itu rawan penyeleweangan karena pemilik ATM tidak mengetahui secara  persis jumlah dana yang dicairkan  dan saldo akhir yang tersisa di rekeningnya.

banner 970x90

Hal itu disampaikan PR, warga Bobojong, Desa Caringin Wetan, Kecamatan Caringin Kabupaten Sukabumi, Senin (6/7/2020). PR mengatakan, saat dia mencairkan sendiri dana PKH milik orang tuanya ternyata di ATM  masih ada saldo  sebesar  Rp3,2 juta. Padahal sebelumnya ketua kelompok selalu mengatakan, saldo pada rekening orang tuanya selalu nol tiap bulan.

Dia curiga ada upaya  oknum ketua kelompok untuk menutup-nutupi posisi keuangan pada rekening penerima PKH yang sebenarnya. Sebelumnya ATM milik orang tua PR dikuasai oleh ketua kelompok. Biasanya uang PKH hak orang tuanya dicairkan oleh ketua kelompok sebesar Rp200 ribu/bulan.

“Itupun tidak disertai bukti struk penarikan. Kemudian ATM diambil dari ketua kelompok. Waktu saya cairkan sendiri, ternyata masih ada saldo tabungan Rp3,2 juta. Kalau tidak dicek, mungkin saldo ini tidak akan pernah terungkap, jika di rekening masih ada dana yang mengendap,” jelasnya.

Lebih ironis lagi, ada penerima manfaat PKH  yang hingga saat ini kesulitan mencairkan dana bantuan karena ATM miliknya masih ada di tangan ketua kelompok. Konon ketika diminta pun, oknum ketua kelompok tersebut enggan untuk memberikannya. Bahkan ngajak ribut segala.

Si oknum berdalih dia tidak dapat mencairkan dana PKH karena kartu ATM eror atau mesin ATM yang rusak. Atau dalih lainnya, pada bulan itu tidak ada transfer dana dari Kementerian Sosial. Dia berlagak seperti dirinya yang mengatur transfer uang dari pusat.

“Saya mencurigai ada permainan. Dana yang tersimpan di ATM sudah dicairkan tanpa sepengetahuan pemiliknya. Kasus ini harus diusut hingga tuntas agar tidak menimbulkan fitnah. Pencairan dana PKH oleh ketua kelompok sebaiknya dihentikan,” ujar penerima PKH yang tidak bisa mencairkan dannya. (*)

Print Friendly, PDF & Email