Verifikasi Data Kemiskinan Libatkan Tokmas

oleh -
Wali Kota Sukabumi, H. Achmad Fahmi (tengah) memimpin rapat koordinasi verifikasi dan validasi data kemiskinan bersama SKPD terkait dan para mitra sosial.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Proses verifikasi dan validasi (vervali) data kemiskinan harus melibatkan unsur RT,  RW, mitra sosial, dan para tokoh masyarakat. Tujuannya agar data yang diperoleh memiliki akurasi yang tinggi sehingga bantuan sosial yang dibagikan berdasarkan data tersebut benar-benar tepat sasaran.

Demikian disampaikan Wali Kota Sukabumi H. Achmad Fahmi ketika memimpin rapat koordinasi verivali data terpadu kemiskinan tingkat Kota Sukabumi tahun 2019 di Oproom Setda Kota Sukabumi, Selasa (5/3/2019). Keterlibatan tokoh masyarakat, ujar Fahmi, merupakan kunci keberhasilan dalam penyaluran bantuan sosial. 

“Dalam proses verifikasi dan validasi data kemiskinan diperlukan peran aktif seluruh pihak baik dari instansi, kemitraan, RT, RW, dan terutama tokoh masyarakat. Di lapisan paling bawah bisa didapatkan akurasi data kemiskinan,” ujar Fahmi.

Selain tokoh masyarakat dan unsur lainnya itu, lanjut dia, unsur yang harus dilibatkan dalam validasi data kemiskinan adalah Dinas Sosial (Dinsos) dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil).

Wali kota menginstrusikan seluruh instansi terkait di Pemkot Sukabumi untuk bekerja sama dan berkoordinasi dengan semua mitra sosial dalam proses verivali data kemiskinan. Jangan sampai mitra sosial dipandang sebelah mata. Hal ini penting agar semua warga yang berhak mendapatkan bantuan sosial terdata secara akurat.

“Jadi kami mengharapkan siapa pun yang berhak menerima bantuan, mereka bisa mendapatkan haknya,” tandasnya.

Berdasarkan UU Nomor 13 Tahun 2011 tentang Penanganan Fakir Miskin, lanjut wali kota, daerah memiliki hak untuk melakukan varivali data kemiskinan secara periodik setiap tahun. Berdasarkan hal itu, Pemkot Sukabumi melakukan proses verivali terhadap basis data terpadu program penanganan fakir miskin (BDT PPFM) yang diserahkan ke Kementrian Sosial (Kemensos).

Kemensos sudah menyiapkan instrumen verivali data yang meliputi 44 variabel. Dalam prosesnya, variabel-variabel tersebut dicek ke rumah tangga sasaran dan selanjutnya diinput ke dalam aplikasi data Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation atau Siks NG. “Pengiriman data ke Kemensos dilakukan dua kali dalam setahun yaitu pada bulan April dan bulan Oktober. Sementara dalam proses validasi data melibatkan TKSK dan PSM serta aparat kelurahan,” jelasnya. (*)

Print Friendly, PDF & Email