Proyek Pedestrian Jalan Dago Ditunda Tahun Depan

oleh -
Kondisi Jalan Ir. H. Juanda termutakhir dari arah Balai Kota Sukabumi. Tahun depan wajah jalan ini akan berubah total dengan dilakukannya penataan jalur pedestrian.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Realisasi rencana pembangunan pedestrian di sisi timur Jalan Ir. H. Juanda atau Jalan Dago Kota Sukabumi ditunda tahun depan, seharusnya tahun 2019. Proyek dengan nilai angggaran sebesar Rp3 miliar dengan HPS-nya Rp1,7 yang berasal dari dana bantuan Pemerintah Provinsi (Banprov) Jawa Barat ini mengalami gagal lelang.

“Tender lelang pembangunan pedestrian di Jalan Ir. H. Juanda itu tidak berjalan dengan lancar, ada sanggah banding. Ada ada saja,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Sukabumi yang juga Pengguna Anggaran (PA) untuk proyek tersebut, Abdul Rachman kepada wartawan, Selasa (5/11/2019).

Setelah melakukan evaluasi yang mendalam dan berkonsultasi kepada TP4D (Tim Pengawal, Pengamanan, Pemerintah dan Pembangunan Daerah), Dishub menarik proyek pedestrian dari tahun ini ke tahun depan. Dishub hanya memiliki sisa waktu 70 hari kerja untuk menyelesaikan proses pelelangan hingga pekerjaan selesai.

Dengan demikian, Abdul pun ambil keputusan menerima sanggah banding dan lelang gagal. Sisa waktu 70 hari tidak mungkin dapat menyelesaikan kegiatan sejak lelang hingga jalur pedestrian siap pakai.

“Sebenarnya jawaban untuk sanggah banding sudah ada dari Kementerian PUPR, bisa saja kita tolak dan melanjutkan pembangunan. Namun sisa waktu yang tidak memungkinkan bisa mengakibatkan pekerjaan tidak maksimal. Juga berdasarkan hasil konsultasi, TP4D tidak bisa mengawal apabila proyek dipaksakan jalan,” ujar Abdul.

Penataan Jalan Ir. H. Juanda dibagi dua tahap pengerjaan. Tahap I tahun 2019 mengerjakan penataan sisi timur mulai SMP Mardi Waluya sampai depan Balai Kota Sukabumi. Sementara tahap II untuk sisi barat  dengan nilai proyek sebesar Rp800 juta dikerjakan pada tahun 2020.

“Karena gagal lelang, proyek 2020 tidak bisa dikerjakan. Namun kami tetap akan mengajukannya pada APBD murni 2020 untuk kegiatan tersebut. Kami juga akan mengusulkan ada pergeseran anggaran untuk prioritas kegiatan ini. Kalau disetujui awal tahun, kami langsung menyelenggarakan lelang,” ucapnya.

Abdul optimis perencanaan lelang sejak awal tahun, PA dan PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) memiliki waktu yang leluasa sehinga hasil pekerjaan bisa optimal dan sesuai dengan harapan. DED-nya sudah ada,  tetap yang dulu. Jadi tinggal langsung memasuki tahapan lelang. Kalaupun ada proses sanggah, PA dan PPK memiliki waktu yang cukup untuk menjawabnya.

“Kami minta dukungan dari masyarakat agar pembangunan jalur pedestrian Jalan Dago dapat berjalan dengan lancar. Mari kita berdoa, proyek ini bisa disetujui awal tahun,” ungkap Abdul. (*)

Print Friendly, PDF & Email