Jika Terpilih, Tidak Ada Lagi Cerita Orang Sakit Dibawa dengan Ojek

oleh -

Abdulloh, Calon Kades Ciwalat Nomor Urut 01

Fokus pada upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Abdulloh menaruh perhatian khusus pada pembangunan infrastruktur dan penyediaan sarana kesehatan. Sebagai calon kades yang menjadi peserta Pilkades Ciwalat, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Sukabumi, dia menawarkan visi ‘Terwujudnya masyarakat Desa Ciwalat yang sejahtera. dan transparan.

“Jika saya terpilih menjadi kepala desa, insya Allah tidak akan ada lagi orang yang sakit dibawa ke puskesmas dengan ojek. Saya akan berupaya dengan sekuat tenaga untuk menyediakan ambulans desa,” kata Abdulloh ketika ditemui di rumahnya Kampung Babakan, Desa Ciwalat, Selasa (5/11/2019).

Selama ini, orang yang sakit di Desa Ciwalat harus dibawa dengan ojek untuk berobat ke puskesmas terdekat dengan jarak sekitar 6 kilometer. Jika ingin berobat ke rumah sakit, pasien harus menempuh perjalanan sejauh 60 kilometer untuk tiba di rumah sakit terdekat.

“Kasihan pada orang sakit, dia mesti menderita selama perjalanan ke puskesmas. Saya selalu merasa khawatir ketika melihat orang sakit dibawa dengan ojek. Kondisi seperti ini harus segera diperbaiki,” ujar dia.

Untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat yang sesungguhnya, menurut Abdulloh, langkah pertama yang harus dilakukan adalah membangun jalan. Dengan jalan yang bagus, masyarakat bisa melakukan mobilisasi dengan leluasa dari satu tempat ke tampat lain.

“Jalan yang bagus dapat memberikan kontribusi pada kelancaran pengangkutan hasil pertanian ke pasar, memperlancar pengangkutan orang sakit ke fasilitas kesehatan, mempermudah perjalanan ibu yang akan melahirkan, dan mendukung perjalanan ke tempat kerja atau sekolah,” tutur Abdulloh.

Singkat kata, ujar dia, jalan merupakan prasyarat terwujudnya kesejahteraan rakyat. Kondisi saat ini, masih banyak jalan di Desa Ciwalat dalam keadaan rusak dan tidak layak untuk dilewati.

“Untuk itu, program pertama yang akan saya lakukan adalah membangun jalan. Keberadaan jalan yang bagus dan memadai akan melancarkan pergerakan roda ekonomi,” kata Abdulloh.

Dari visi yang ditawarkannya, Abdulloh menyusun misi dan program yang akan dijalankan antara lain memberdayakan potensi desa  baik sumber daya manusia maupun sumber daya alam dan menyelenggarakan pelayanan kepada masyarakat yang cepat, tepat, dan mudah. Kedua melaksanakan pembangunan yang berkesinambungan dengan mengedepankan musyawarah dan gotong royong serta meningkatkan partisipasi masyarakat desa.

Selanjutnya mengoptimalkan peran RT dan RW, Linmas, kader posyandu, TP PKK, Karang Taruna, KPM, MUI, LPMD, kelompok tani, dan segala unsur mitra pemerintah desa sebagai ujung tombak  pembangunan yang berinteraksi langsung dengan masyarakat dan menciptakan masyarakat yang aman, tenteram, dan rukun dalam kehidupan sehingga terwujudnya masyarakat religius berlandaskan pada nilai-nilai agama dan budaya.

Kemudian mengembangkan bakat dan minat pemuda dalam bidang olah raga; mengoptimalkan peran Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) dan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) sebagai jembatan masyarakat pada sektor pertanian; dan mengembangkan usaha mikro, kecil menengah (UMKM) sebagai sarana untuk meningkatan taraf hidup masyarakat desa. (Dicky Sopyan)

Print Friendly, PDF & Email