Wali Kota Imbau Kantor yang Menjadi Kluster Penyebaran Covid-19 Ditutup Sementara

oleh -
Wali Kota Sukabumi, H. Achmad Fahmi (kiri) bersama Wakil Wali Kota Sukabumi, H. Andri Setiawan Hamami (tengah) dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Sukabumi, H. Dida Sembada ketika melakukan monitoring protokol kesehatan di jalan protokol.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Wali Kota yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Sukabumi, H. Achmad Fahmi mengimbau kantor pelayanan publik yang menjadi kluster penyebaran Covid-19 ditutup untuk sementara waktu. Tujuannya agar penyebaran Virus Corona tidak meluas ke luar kluster tersebut.

banner 970x90

“Namun kami hanya bisa mengimbau, tidak bisa memerintahkan penutupan karena kantor tersebut bukan bagian organik dari Pemerintah Kota Sukabumi,” kata Fahmi kepada wartawan seusai mengikuti rapat kerja di Gedung DPRD Kota Sukabumi, Rabu (5/8/2020). 

Kluster yang dimaksud wali kota adalah kantor pelayanan publik milik BUMN. Sebelumnya masyarakat menyangka kantor yang menjadi kluster itu adalah kantor milik Pemkot Sukabumi.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada Senin (3/8/2020), Juru Bicara GTPP Covid-19 Kota Sukabumi, dr. Wahyu Handriana merilis data adanya penambahan 10 pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang berasal dari kantor pelayanan publik dan masyarakat.

Pada saat itu, Wahyu tidak menyebutkan status dan kategori dari kantor dimaksud. Dia hanya menyebutkan 4 sumber. 3 kantor pelayanan publik dan 1 masyarakat. Hari ini, wali kota membuka sedikit misteri kantor tersebut.  

“Yang jelas bukan kantor pelayanan milik Pemkot Sukabumi maupun swasta melainkan milik BUMN yang ada di wilayah Kota Sukabumi,” ujar Fahmi.

Pihak Pemkot Sukabumi maupun GTPP Covid-19 Kota Sukabumi, lanjut dia, telah menyampaikan kepada pimpinan kantor BUMN tersebut tentang adanya karyawan yang positif Covid-19 berdasarkan hasil swab test. Sebab, kata dia, sudah menjadi kewajiban Pemkot dan GTPP Covid-19 untuk memberitahukan hal itu. 

“Kami meminta, tolong kantor itu segera menerapkan protokol kesehatan berdasarkan keputusan pemerintah,” ucap Fahmi.

Wali Kota juga membenarkan adanya pasien terkonfirmasi positif Covid-19 dari Jakarta yang kabur ke Sukabumi. Pasien ini dimasukkan ke dalam daftar kasus Covid-19 di Kota Sukabumi.  

“Penambahan pasien positif Covid-19 tidak perlu membuat masyarakat panik. Tetap tenang, yang penting masyarakat tetap waspada. Kami meminta masyarakat untuk terus memperhatikan dan menerapkan protokol kesehatan,” tuturnya.

Selama vaksin dan obat spesifik untuk Covid-19 belum ditemukan, kata dia, Pemkot Sukabumi akan terus melakukan tracking, tracing, dan testing. (*)

Print Friendly, PDF & Email