Hanya 10 Hari, Polisi Membekuk Pembunuh Alumni IPB

oleh -
Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Susatyo Purnomo Condro memberikan keterangan pers terkait penangkapan tersangka pembunuhan Amelia Ulfah Supandi yang mayatnya ditemukan di Kampung Bungbulang, Cibeureum, Kota Sukabumi.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Jajaran Satuan Reserse Kriminal Polres Sukabumi Kota hanya butuh waktu 10 hari untuk mengungkap kasus dan menangkap pembunuh Amelia Ulfah Supandi (22), alumni IPB yang mayatnya dibuang di Kampung Bungbulang, Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi. Polisi telah menetapkan pelaku pembunuhan sadis berinisial RH (25),  warga Cianjur, sebagai tersangka.

banner 970x90

“Berdasarkan keterangan dari tersangka dan juga saksi-saksi diketahui bahwa korban dan tersangka tidak saling mengenal,” kata Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Susatyo Purnomo Condro saat konferensi pers pengungkapan kasus pembunuhan Amelia di lokasi penemuan mayat di Kampung Bungbulang, Cibeureum, Senin (5/8/2019).

RH ditangkap di rumahnya pada Jumat (2/8/2019) sekitar pukul 06.00 WIB setelah polisi melakukan penyelidikan yang intensif ke berbagai lokasi terkait. Penelitian terhadap barang bukti, cek lokasi melalui telepon genggam, dan keterangan para saksi, semuanya mengarah pada RH sebagai pembunuh Amelia. Diketahui pula, RH berprofesi sebagai sopir angkutan umum trayek Bogor-Cianjur.

Sebelumnya ramai diberitakan, mayat Amelia ditemukan di Kampung Bungbulang pada Senin (22/7/2019) pagi. Penemuan mayat ini membuat masyarakat geger dan geram setelah melihat jejak kesadisan yang dilakukan pembunuh terhadap korban.

AKBP Susatyo menyebutkan, pada Minggu (21/7/2019) malam, Amelia menumpang angkutan umum yang dikemudikan oleh RH dari Ciawi, Kabupaten Bogor menuju rumahnya di Cianjur. Dari Ciawi sampai Cipanas, penumpang turun naik. Menjelang Cianjur, penumpang angkot tinggal Amelia sendirian.

“Berdasarkan keterangan tersangka, sampai di daerah Cianjur, melihat korban sendirian timbul niatnya ingin mengambil barang milik korban yaitu handphone,” jelas Kapolres.

Untuk memuluskan niatnya, RH pun membekap Amelia sampai korban pingsan. Setelah itu, dia membawa mobil dan korban ke arah Sukabumi. Padahal angkutan umum yang dikemudikan penjahat tersebut sudah mendekati rumah korban.

“Sebenarnya, motif awalnya, pelaku hanya ingin mengambil barang milik korban. Namun sampai di Sukaraja timbul niat untuk melakukan tindakan asusila terhadap korban,” tutur AKBP Susatyo.

Saat akan melampiaskan nafsunya, RH mendapat perlawanan dari Amelia yang mulai sadar. Pelaku kalap dan akhirnya mencekik korban hingga kehabisan napas dan meninggal dunia.

Selanjutnya untuk menghilangkan barang bukti termasuk mayat korban, RH  mencari tempat yang jauh dari permukiman warga. Sekitar pukul 23.00 WIB, dia membuang mayat korban di Kampung Bungbulang. Keesokan harinya, mayat Amelia diketemukan warga.

Polisi akan menjerat RH dengan pasal berlapis untuk kasus pencurian dengan kekerasan, pembunuhan, pemerkosaan, termasuk penganiayaan berat  yang mengakibatkan korban meninggal dunia. (*)

Print Friendly, PDF & Email