Wali Kota: ‘Idul Fitri, Kita Disatukan dalam Nikmat Terbesar’

oleh -
Setelah menunaikan shalai Id, Wali Kota Sukabumi, H. Achmad Fahmi saling mengucapkan selamat Idul Fitri dan meminta maaf dengan para pejabat dan masyarakat Kota Sukabumi.

Wartawan Tim Idul Fitri

Wali Kota Sukabumi, H. Achmad Fahmi mengatakan, dalam merayakan Idul Fitri, umat Islam disatukan untuk mensukuri nikmat terbesar yakni nikmat iman dan nikmat Islam. Setelah  satu bulan penuh, umat Islam digembleng dengan pelajaran ketabahan, kejujuran, dan pengendalian diri, saatnya di hari yang suci bersyukur karena berhasil memerangi hawa nafsu dengan ibadah puasa.

banner 970x90

“Kita berkumpul hari ini untuk merayakan Idul Fitri sebagai rasa syukur atas kemenangan dalam memerangi hawa nafsu selama satu bulan penuh agar kita disatukan dalam nikmat terbesar yakni nikmat Islam dan nikmat iman,” kata wali kota saat menyampaikan sambutan pada shalat Id di Lapang Merdeka, Rabu (5/6/2019).

Umat Islam mengharapkan, ujar Fahmi,  kemenangan di Hari Raya tersebut dimanifestasikan dalam tindak-tanduk sehari-hari. Insya Allah, kata dia, umat Islam dapat kembali menjadi fitri setelah jiwa raganya ditata satu bulan penuh dengan puasa.

Menghadapi situasi terkini selepas Pilpres, lanjut Fahmi, masyarakat harus tetap bisa menjaga keharmonisan serta persatuan dan kesatuan untuk menyempurnakan hari kemenangan Idul Fitri.  

Secara khusus, atas nama masyarakat dan Pemkot Sukabumi, wali kota menyampaikan terima kasih kepada Kapolres Sukabumi Kota dan jajarannya yang selalu siaga dalam menjaga keamanan wilayah sehingga Kota Sukabumi tetap aman dan kondusif.

Pada shalat Id itu, bertindak selaku imam KH. Ma’mun Abdurrohman, khotib KH. Ahmad Dzaki Salim, dan murraqi Ustadz Encep Sulaeman. Di antara hadirin tampak para pejabat dari Forkopimda Kota Sukabumi antara lain Wakil Wali Kota, H. Andri Setiawan Hamami; Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Susatyo Purnomo Condro, dan Ketua DPRD Yunus Suhandi.

Umat Islam memenuhi Lapang Merdeka untuk melaksanakan shalat Idul Fitri.

Dalam khutbahnya, Ahmad Dzaki menguraikan hikmah dan pelajaran dari bulan Ramadhan. Disebutkan Ahmad, umat Islam dapat memetik lima pelajaran penting dari ibadah puasa. Setelah bulan Ramadhan, iman harus meningkat, bukannya berkurang serta masjid harus bertambah ramai oleh umat Islam yang akan beribadah.

Adapun lima pelajaran dari bulan Ramadhan terdiri dari menjauhi harta haram, mengendalikan nafsu dan maksiat, menundukkan godaan setan, bersungguh-sungguh mengikuti tuntutan Allah SWT, dan meninggalkan dosa-dosa dan kemaksiatan. (*)

Print Friendly, PDF & Email