Kasat Binmas Kunjungi Lokasi Sekolah Alam Prianganjaya

oleh -
Kunjungan Kasat Binmas ke lokasi Sekolah Alam di Kampung Reuma, Desa Prianganjaya harus melewati jembatan bambu yang kondisinya sederhana dan rawan runtuh.

Wartawan Wawan Aries S

Kepala Satuan Pembinaan Masyarakat (Kasat Binmas) Polres Sukabumi Kota, AKP Iman Retno menggelar kunjungan ke lokasi Sekolah Alam di Kampung Reuma, Desa Prianganjaya, Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, Rabu (4/12/2019). Dalam kunjungannya itu, AKP Iman sempat melontarkan gagasan untuk membangun jembatan menuju Sekolah Alam dengan cara bakti sosial dan gotong royong.

Dalam kunjungannya itu, AKP Iman disambut dan didampingi oleh Bhabinkamtibmas Desa Prianganjaya Brigadir Didi Dwi Purnomo bersama Pjs Kanit Binmas Polsek Sukalarang, Aiptu Endang Ruyana. Brigadir Didi merupakan penggagas dari Sekolah Alam yang tujuannya untuk menampung dan menyalurkan potensi yang dimiliki warga setempat.

“Sebaiknya jembatan ini kita bangun bersama-sama dengan gotong royong melalui bakti sosial untuk mempermudah perjalanan menuju Sekolah Alam,” kata AKP Iman ketika ditemui di Kampung Reuma. 

Sebelum tiba di lokasi Sekolah Alam, Kasat Binmas mengadakan kunjungan silaturahmi ke Rumah Inspirasi sebagai tempat pemberdayaan UMKM yang mengolah limbah tali rami menjadi pot bunga. Rumah ini terletak di Kampung Kadudatar RT 08 RW 04, Desa Prianganjaya.

Dari Rumah Aspirasi milik tokoh setempat yakni Bah Gofur, rombongan AKP Iman mendatangi Pondok Mengaji yang letaknya tidak jauh dari lokasi pertama. Di Pondok Mengaji, AKP Iman menyampaikan sambutan dan sosialisasi kamtibmas di depan para santri dan tokoh masyarakat.

Kedua tempat tersebut dikelola dan dikembangkan oleh Brigadir Didi sebagai pembina keamanan dan ketertiban Desa Prianganjaya.

Di antara Kampung Kadudatar dan Kampung Reuma terdapat bentangan Sungai Cikupa yang lebarnya sekitar 4 meter. Kedua kampung ini dihubungkan oleh jembatan yang terbuat dari bambu. Kondisi jembatan ini sangat sederhana sehingga ketika dilewati bentangan bambu itu bergoyang-goyang. Secara teknis, jembatan ini tidak layak sebagai tempat penyeberangan.

“Sekolah Alam merupakan pengembangan dari Pondok Mengaji. Nantinya di Sekolah Alam, kami akan memberdayakan anak-anak, para pengrajin, pelaku seni, dan warga yang memiliki potensi untuk dikembangkan,” ujar Brigadir Didi. (*)

Pertemuan silaturahmi di Pondok Mengaji Kampung Kadudatar, Desa Prianganjaya.
Perjalanan menuju Sekolah Alam melewati persawahan.
Kunjungan ke Rumah Inspirasi di Kampung Kadudatar.  

Print Friendly, PDF & Email