Tingkat Kemantapan Jalan Kabupaten Mancapai 61,13 Persen

oleh -
Bupati Sukabumi, H. Marwan Hamami ketika memimpin rapat evaluasi pembangunan dan pencapaiannya hingga 2019.

Wartawan Aep Saepudin

Rencana Pembanguan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2016-2021 berhasil mencapai target-target kondisi infrastruktur fisik di wilayah Kabupaten Sukabumi. Dua di antaranya sukses membangun membangun 22.804 unit rumah tidak layak huni (RTLH) dan mewujudkan tingkat kemantapan jalan kabupaten hingga 61,13 persen. 

banner 970x90

Pencapaian renovasi RTLH itu termasuk 1.600 yang dilaksanakan pada tahun anggaran 2020 yang dibiayai APBD Kabupaten Sukabumi. Pemkab Sukabumi terus meluncurkan program renovasi RTLH dengan sumber dana dari APBD Kabupaten Sukabumi, provinsi, maupun APBN.

Hal itu terungkap pada rapat evaluasi pembangunan dan pencapaian RPJMD yang dilaksanakan secara virtual di Pendopo Sukabumi, Kamis (3/9/2020). Rapat evaluasi dipimpin oleh Bupati Sukabumi, H. Marwan Hamami.

“Pada rapat ini dibahas pencapaian visi dan misi Kabupaten Sukabumi yang telah diintervensi melalui 86 program pembangunan dalam dokumen RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021,” kata bupati ketika membuka rapat evaluasi pembangunan.

Untuk pembangunan jalan, pencapaian kemantapan jalan melampaui target yang ditetapkan RPJMD yakni sebesar 54,85 persen. Pada tahun 2016 tingkat kemantapan jalan kabupaten masih 51,11 persen. Dengan demikian terjadi peningkatan kemantapan sebesar 10,02 persen pada 2019 lalu.  

Sementara dari anggaran Dana Desa, pencapaian pembangunan yang telah dilakukan sampai dengan 2019 meliputi 2.303 km jalan desa, 2.850 meter jembatan, 12 unit pasar desa, 3 unit Bumdes, 2 unit embung, 206 unit irigasi, 3 unit sarana olahraga, 35.155 unit TPT, 397 unit sarana air bersih, 846 unit sarana MCK, 89 unit Polindes, 40 km drainase, 521 unit PAUD, 510 unit Posyandu, dan 32 unit sumur bor.

Pemkab Sukabumi juga menganggarkan dana Program Partisipasi Pembangunan Kecamatan (P3K) secara rutin dengan besaran sekitar Rp45 miliar pertahun. Program ini diarahkan untuk percepatan pembangunan sesuai tematik di tiap-tiap kecamatan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 

Secara kumulatif  sampai dengan 2019 terjadi pencapaian Laju Pertumbuhan Ekonomi  (LPE) sebesar 5,73 persen, Indeks Pembangunan Manusia (IPM)  66,87 poin, dan tingkat kemiskinan menurun sampai angka 6,22 persen atau lebih rendah dari provinsi dan nasional. 

“Kami harapkan masyarakat dapat menikmati dan memelihara hasil pembangunan serta terus dapat berpartisipasi di dalam kegiatan pembangunan di Kabupaten Sukabumi,” ujar bupati.

Di sektor pendidikan, sampai dengan 2019 kondisi ruang kelas SD yang baik telah mencapai 73,92 persen, sedangkan ruang kelas SMP yang baik telah mencapai 79,69 persen. Untuk sektor kesehatan, Pemkab Sukabumi berhasil membangun RSUD Sagaranten.

“Proyek strategis yang telah dan sedang dijalankan pada tahun 2020 salah satunya pembangunan Jembatan Cibuni yang sudah terbengkalai selama 37 tahun,” tambah Marwan.

Terkait persiapan pemekaran daerah, Pemkab Sukabumi terus mendorong yang salah satunya dengan pembangunan komplek perkantoran di Cangehgar Palabuhanratu. Tujuan pembangunan perkantoran ini agar semua kantor instansi pemda berkumpul di Palabuhanratu sebelum pemekaran daerah.

“Untuk tahun 2021 perlu dilakukan beberapa  penyesuaian dalam rangka pemulihan ekonomi pasca wabah Covid-19. Temanya pemeliharaan infrastruktur wilayah dalam mendukung percepatan pemulihan ekonomi,” tutur Marwan. 

Pada 2021 Pemkab Sukabumi akan mengoptimalkan sektor pariwisata terutama di kawasan Geopark Ciletuh Palabuhanratu dengan pengembangan dan penataan sarana dan prasarana di beberapa objek wisata antara lain Pantai Karanghawu, Curug Sodong, dan Geyser Cisolok.

“Proyek strategis yang akan dilaksanakan antara lain pengembangan kawasan wisata di sekitar Gunung Gede Pangrango, pembangunan Alun-alun Palabuhanratu Gadobangkong, pengembangan pasar hewan perbatasan selatan, pengembangan desa wisata, pembangunan creative center, dan pembangunan RSUD Sukalarang. 

Sampai sekarang Pemkab Sukabumi telah meraih 161 penghargaan tingkat provinsi dan nasional. 

Sementara dari hasil evaluasi terhadap data indikator makro pembangunan, secara umum capaian program prioritas Kabupaten Sukabumi hingga tahun 2020 mencapai 92 persen.

“Semuanya bisa diraih dengan kerja keras kita bersama. Sehingga capaian ini harus menjadi motivasi  bagi kita untuk mempertahankan dan meningkatkan prestasi yang telah diraih,” ujar bupati. (*)  

Print Friendly, PDF & Email