Lepas Idul Fitri, Harga Daging Ayam Broiler Melonjak Tajam

oleh -
Para pedagang daging ayam tidak berani berspekulasi, mereka hanya membawa dagangan sesuai dengan pesanan pelanggannya masing-masing di tengah kondisi harga yang terus melambung.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Selepas Idul Fitri 1441 Hijriyah, harga daging ayam broiler melonjak tajam hingga hampir mencapai dua kali lipat dari harga ketika pasar lesu akibat wabah Covid-19. Sekitar 12 hari setelah Lebaran, harga daging ayam menyentuh level Rp42 ribu perilogram.

banner 970x90

“Hari ini harga daging ayam broiler mencapai Rp42 ribu perkilogram, kemarin saya masih menjual dengan Rp40 ribu perkilogram,” kata Iwan Kurniawan ketika ditemui saat sedang berkeliling di Perumahan Nirwana Graha (PNG), Kelurahan Dayeuhluhur, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, Kamis (4/6/2020). 

Jauh sebelumnya ketika wabah Covid-19 baru dimulai sekitar pertengahan bulan April hingga pertengahan bulan Mei, harga ayam jatuh hingga di bawah Rp25 ribu perkilogram. Kondisi saat itu, persediaan daging ayam di Sukabumi melimpah ruah karena para peternak tidak bisa mengirimkannya ke kawasan Jabodetabek yang memberlakukan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar).

“Hari ini saya membawa daging ayam tidak terlalu banyak, khawatir tidak terjual. Saya hanya melayani pesanan para pelanggan,” ujar Iwan.

Kenaikan harga daging ayam broiler, lanjut dia, terjadi sejak menjelang Lebaran. Beberapa hari memasuki Lebaran, harga daging ayam broiler telah mencapai Rp38 ribu perkilogram. Dikira setelah Idul Fitri, harga daging ayam akan turun, ini malah bertambah naik.

Salah seorang ibu rumah tangga, Puput (40) warga PNG mengaku kaget dengan harga daging ayam yang terus naik. Kemarin, dia pesan daging ayam kepada Iwan dengan harga Rp40 ribu. Sekarang harganya bertambah Rp2 ribu perkilogram. Tapi dia tetap membayar daging ayam dengan harga terbaru.

Puput khawatir kenaikan harga daging ayam broiler akan mendorong kenaikan harga sembako lainnya. Jika itu terjadi di tengah wabah Covid-19, tentu akan menyulitkan masyarakat. Kata Puput, pemerintah daerah harus mengambil langkah untuk mengerem kenaikan harga daging ayam dan sembako. (*)

Print Friendly, PDF & Email