Disnaker Antisipasi Permintaan Kartu Kuning Lulusan SMA dan SMK

oleh -
Sebagian besar pemohon kartu kuning di Disnaker Kota Sukabumi berasal dari lulusan SMA dan SMK.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Sukabumi mengantisipasi naiknya permintaan form AK1 atau lebih dikenal dengan kartu kuning oleh lulusan SMA dan SMK. Setelah pengumuman kelulusan, setiap harinya Disnaker didatangi ratusan lulusan SMA dan SMK yang akan membuat kartu kuning dan mencari info  lowongan kerja.

banner 970x90

“Kami telah melakukan antisipasi meningkatnya permintaan kartu kuning oleh lulusan SMA dan SMK. Secara umum juga biasanya setelah Idul Fitri terjadi lonjakan permohonan kartu kuning,” kata Kepala Seksi Penempatan Kerja pada Disnaker Kota Sukabumi, Mohamad Sini ketika ditemui di kantornya, Kamis (4/6/2020).

Disnaker, ujar Sini, telah membuat prediksi, setiap tahun selalu terjadi lonjakan permintaan kartu kuning selepas Lebaran. Jadi, perangkat daerah yang menangani urusan ketenagakerjaan ini selalu membuat antisipasi jauh sebelumnya.

Setelah Idul Fitri, kata dia, dalam satu hari Disnaker menerima permohonan pembuatan kartu kuning dari 100 pencari kerja. Setiap hari terjadi antrean panjang warga yang akan membuat dokumen tersebut. Sementara ini Disnaker Kota Sukabumi hanya mampu melayani sekitar 30 pemohon.

Di tengah pandemi Covid-19, pelayanan di Kantor Disnaker Kota Sukabumi menjalankan protokol kesehatan. Guna mencegah kerumunan dan antrean panjang, Disnaker memberikan formulir AK1 kepada pemohon untuk diisi di rumahnya masing-masing.

“Saat ini pelayanan kami lakukan secara offline karena ada gangguan sistem online dari pusat,” jelas dia. (*)

Print Friendly, PDF & Email