PMII DKI Jaya Dukung Kerja KPU dan Bawaslu Hingga Selesai

oleh -
Pengurus dan anggota PMII DKI Jakarta menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bawaslu RI untuk mendukung lembaga pengawas pemilu tersebut menjalankan tugasnya.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) DKI Jakarta mendukung kerja KPU dan Bawaslu untuk menjalankan tugas sampai tuntasnya semua tahapan Pemilu 2019. Untuk menunjukkan sikap dan dukungannya, organisasi mahasiswa tersebut menggelar aksi unjuk rasa di KPU Jalan Imam Bonjol Nomor 29 Jakarta dan Bawaslu RI di Jalan MH. Thamrin Nomor 14 Jakarta, Jumat (3/5/2019).

banner 720x90

Dalam aksinya, mereka juga menolak wacana kecurangan dalam penyelenggaraan Pemilu 2019.

“Kami mendukung KPU dan Bawaslu. Biarkan kedua lembaga penyelenggara pemilu ini menyelesaikan tugas dan kewajibannya hingga selesai. Jangan diganggu oleh intrik kecurangan dan sejenisnya,” kata Korlap Aksi, Riko Kiat Sanjaya dalam orasinya. 

Saat ini, ujar Riko, KPU dan Bawaslu berada dalam tekanan kelompok elite politik. Keduanya diintrik terus dengan isu kecurangan yang dihembus-hembuskan oleh kelompok elite politik tertentu. Tidak henti-hentinya, KPU dan Bawaslu dilekatkan pada tindakan curang dalam penyelenggaraan pemilu.

“Kami tekankan, KPU dan Bawaslu tidak perlu takut dengan intrik dan tekanan dari para elite. KPU harus terus fokus menjalankan penghitungan suara dan  Bawaslu tetap menjalankan tugas pengawasan pemilu,” ujar dia.

Riko menekankan, KPU dan Bawaslu harus tunduk pada aturan dan menjalankan proses yang masih tersisa dengan jujur, adil, dan bersih. PMII percaya kedua lembaga tersebut akan memunaikan tugas dan kewajibannya dengan baik.

banner 720x90

“Tolong kepercayaan kami ini dijaga oleh para kominioner di KPU dan Bawaslu,” kata Riko.

Dalam aksinya PMII DKI Jakarta juga menyampaikan imbauan dan pernyataan sikap. Mereka mengimbau masyarakat untuk waspada dan hati-hati agar tidak terjebak dalam wacana kecurangan ditiup-tiupkan oleh kelompok elit politik tertentu. Kedua, PMII mengapresiasi positif kinerja dan hasil kerja KPU dan Bawaslu.

“Kami minta masyarakat agar tetap tenang dan menunggu hasil resmi pemilu hingga tanggal 22 Mei mendatang. Kami menolak isu people power dan cara-cara inkonstitusional yang selama ini dihembuskan kepada publik oleh orang-orang tertentu,” tandasnya. (*)

Print Friendly, PDF & Email