BPOM akan Menindak Produsen Makanan yang Gunakan Zat Berbahaya

oleh -
Kepala BPOM Jawa Barat, I Gusti Ngurah Bagus Kusuma Dewa

Wartawan AEP SAEPUDIN (Kowasi)

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akan mengambil tindakan tegas terhadap produsen makanan yang menggunakan zat berbahaya seperti formalin, boraks, dan pewarna tekstil. Dalam menjatuhkan tindakan tersebut, BPOM akan berkoordinasi dengan jajaran kepolisian dan instansi daerah yang menangani urusan perindustrian.

banner 970x90

Hal itu disampaikan Kepala BPOM Provinsi Jawa Barat, I Gusti Ngurah Bagus Kusuma Dewa di sela acara Sapa Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) bersama Anggota Komisi IX DPR RI, Hj. Dewi Asmara di Ruang Serbaguna Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT), Desa Sukamulya, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Rabu (3/4/19).

Pada kegiatan itu, BPOM juga menyampaikan sosialisai tentang cara membuat makanan yang sehat.

“Selama ini kami melakukan pembinaan pada industri pangan  rumahan untuk  mencegah penggunaan zat dan bahan berbahaya,” ujar Kusuma.

Bersama timnya, dia memberikan pengarahan kepada masyarakat yang tinggal di sekitar tempat kegiatan agar menghindari penggunaan boraks dan sejenisnya. Di sisi lain masyarakat juga harus mengkonsumsi makanan yang tidak mengandung bahan dan zat berbahaya.

“Menghindari penggunaan atau mengkonsumsi zat berbahaya merupakan bagian dari pola hidup sehat. Selain harus mengkonsumsi makanan yang sehat, masyarakat juga dianjurkan untuk menjaga rutinitas olahraga,” ujar dia.

Pembinaan ke para pelaku industri rumahan penghasil makanan, lanjut Kusumah, dilakukan secara rutin dan berkelanjutan. Jika setelah pembinaan masih ada produsen yang menggunakan zat berbahaya, BPOM akan mengambil tindakan bersama kepolisian.

“Kami akan mempelajari dengan cermat temuan penggunaan zat berbahaya di lapangan. Apakah penggunaan zat itu tidak sengaja atau sengaja untuk meraih keuntungan besar? Kalau terdapat unsur kesengajaan tentu sanksi pidananya lebih berat,” kata dia. (*)

Print Friendly, PDF & Email